Panyabungan, StartNews – Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Bagus Priandy menyatakan pihaknya masih menyelidiki insiden tewasnya seorang warga di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Muara Pungkut, Kecamatan Kotanopan.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sore tersebut merenggut nyawa Budi Hartono (49), warga Desa Huta Dangka, setelah tertimbun material bekas galian emas bersama dua rekannya yang berhasil selamat.
AKBP Bagus Priandy menegaskan jajarannya telah bergerak untuk menangani kasus ini. Saat ini, tim dari Polsek Kotanopan bersama Satuan Reskrim Polres Madina tengah melakukan penyelidikan di lapangan guna mengungkap fakta-fakta di balik aktivitas tambang ilegal yang memakan korban jiwa tersebut.
”Peristiwa ini sedang ditangani oleh Polsek Kotanopan dan Satuan Reskrim Polres Madina,” ujar AKBP Bagus Priandy menanggapi insiden maut tersebut.
Langkah tegas Kapolres ini mendapat dukungan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madina. Ketua PMII Madina Abdul Rahmad Hasibuan menilai insiden itu menjadi momentum bagi Kapolres untuk membuktikan komitmennya dalam menertibkan PETI yang menjadi program prioritas di wilayah hukum Madina.
”Kami mendukung penuh penegakan hukum sesuai SOP oleh Polres Madina. Kami meyakini Kapolres akan tegak lurus mengusut tuntas siapa di balik kegiatan tambang tanpa izin tersebut,” ujar Abdul Rahmad, Minggu (1/2/2026).
PMII juga mendesak agar penyelidikan menyasar seluruh aktor yang terlibat, mulai dari pemilik lahan, pemodal, hingga pemilik alat berat (excavator) yang beroperasi di lokasi.
Dia menilai penegakan hukum yang tegas menjadi satu-satunya cara agar tidak ada lagi nyawa warga yang melayang akibat aktivitas mafia tambang di Kotanopan.
Reporter: Sir





Discussion about this post