Polres Padangsidimpuan bersama tokoh agama dan warga menggerebek gudang ganja di Kampung Darek. Ditemukan 2 kilogram ganja siap edar dalam operasi gabungan itu.
Padangsidimpuan, StartNews – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kota Padangsidimpuan melibatkan peran aktif tokoh masyarakat secara langsung. Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan berhasil membongkar gudang penyimpanan ganja di kawasan Kampung Darek, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Senin (23/2/2026) sore.
Operasi ini menarik perhatian publik karena kepolisian tidak bergerak sendirian dalam mengeksekusi target operasi. Sebelum membongkar paksa gudang yang terkunci itu, polisi lebih dulu berkoordinasi dengan para pemuka agama setempat untuk memastikan transparansi dan dukungan penuh dari warga sekitar dalam membersihkan wilayah mereka dari pengaruh zat terlarang.
Dalam penggeledahan yang disaksikan oleh para saksi lingkungan, tim Satresnarkoba menemukan barang bukti dua tas ransel berisi delapan bal ganja serta ratusan paket kecil siap edar.
Setelah ditimbang, berat bruto barang haram itu mencapai lebih dari 2 kilogram. Selain ganja, polisi juga mengamankan alat hisap sabu, plastik klip transparan, dan kertas nasi yang dipersiapkan untuk membungkus paket narkoba.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna mengatakan seluruh barang bukti telah berada di markas komando untuk pengembangan kasus lebih lanjut.
Dia mengatakan keberhasilan ini bukan sekadar prestasi kepolisian, melainkan hasil kolaborasi antara aparat dan masyarakat yang sudah jengah dengan peredaran narkoba di lingkungan mereka.
“Semua barang bukti diamankan ke Kantor Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan untuk proses penyelidikan,” ungkap AKBP Wira Prayatna.
Keterlibatan elemen masyarakat dalam penggerebekan ini terlihat dari hadirnya tokoh agama Zainal Abidin, hatobangon Hakim Siregar, hingga pengurus BKM Masjid Nurul Iman yang ikut ke lokasi penyimpanan.
Kehadiran para tokoh ini memberikan legitimasi moral sekaligus pesan bagi para bandar narkoba bahwa tidak ada ruang aman bagi mereka di Padangsidimpuan.
Kapolres mengatakan aksi bersama ini merupakan simbol perlawanan kolektif yang efektif. Menurut dia, koordinasi dengan tokoh agama dan adat adalah kunci untuk membongkar akar masalah narkotika hingga ke pemukiman padat penduduk.
“Bersama polisi, tokoh agama, hatobangon, BKM Masjid Nurul Iman ikut langsung ke lokasi tempat penyimpangan narkoba itu. Kehadiran para tokoh agama dan tokoh masyarakat ini menjadi bukti bahwa seluruh elemen di Sidimpuan kompak melawan narkoba,” pungkas AKBP Wira Prayatna.
Saat ini, polisi masih mengejar pemilik atau pengelola gudang tersebut. Masyarakat diimbau tetap proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing guna menjaga kondusivitas Kota Padangsidimpuan dari ancaman narkotika.
Reporter: Lily Lubis




Discussion about this post