Jakarta, StartNews – Tokoh nasional sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, memutuskan untuk menarik diri sepenuhnya dari hiruk-pikuk organisasi dan politik praktis. Kiai Ma’ruf secara resmi menyatakan mundur dari jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus mengambil langkah uzlah atau mengistirahatkan diri dari aktivitas struktural di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Keputusan besar ini terkonfirmasi pada Rabu (24/12/2025), menandai fase purnatugas sang ulama dari berbagai posisi strategis yang selama ini diembannya.
Ketua Bidang Komunikasi Informasi Teknologi DPP PKB Ahmad Iman Sukri menjelaskan Kiai Ma’ruf telah menyampaikan niatnya untuk beristirahat kepada Ketua Umum PKB.
“Iya benar, beliau menyampaikan akan uzlah alias istirahat dan mengurangi kegiatan struktural. Namun, beliau tetap siap jika sewaktu-waktu diminta menyumbangkan pemikiran dan saran untuk PKB,” ujar Iman.
Langkah serupa juga diambil di lingkungan MUI. Juru bicara Kiai Ma’ruf, Masduki Baidlowi, mengonfirmasi adanya surat pengunduran diri dari posisi Ketua Dewan Pertimbangan. Dalam surat tersebut, Kiai Ma’ruf menyampaikan rasa bangganya pernah membesarkan lembaga ulama tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh jajaran pengurus MUI. Saya sangat bangga bisa bekerja sama dengan Bapak dan Ibu sekalian untuk membangun lembaga ini,” tulis Kiai Ma’ruf.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama menjabat dan berharap MUI terus maju pada masa depan.
Langkah mundur serentak ini dipandang sebagai pilihan personal Kiai Ma’ruf untuk menikmati masa purnatugas dengan lebih tenang setelah puluhan tahun mengabdi di ranah keagamaan dan pemerintahan.
Meski melepas jabatan struktural, pengaruh dan pemikiran Kiai Ma’ruf diprediksi akan tetap menjadi rujukan penting bagi kalangan ulama maupun politisi di Tanah Air.
Reporter: Sir





Discussion about this post