Bupati Madina Saipullah Nasution fokus memperkuat ekonomi daerah melalui optimalisasi satu titik WPR yang layak dan transformasi BUMD ke berbagai divisi bisnis.
Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) membidik penguatan struktur ekonomi daerah melalui optimalisasi sektor pertambangan rakyat dan pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat evaluasi di Aula Kantor Bupati Madina, Kamis (26/3/2026). Hadir juga dalam rapat itu Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.
Meskipun Madina telah mendapatkan izin untuk tujuh lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), kata Saipullah, hasil evaluasi lapangan menunjukkan hanya satu titik yang layak untuk ditindaklanjuti.
Menurut dia, kendala fisik pada mayoritas lokasi menjadi tantangan utama yang harus segera dicarikan solusinya demi memastikan sektor ini memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Enam blok secara fisik sudah rusak dan tidak dapat ditindaklanjuti dan untuk mendapatkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) harus memenuhi beberapa persyaratan,” kata Saipullah saat memaparkan kondisi terkini peta pertambangan di wilayahnya.
Selain membenahi sektor tambang, kata Saipullah, Pemkab Madina juga sedang menyiapkan langkah jangka panjang dengan mendirikan BUMD yang memiliki cakupan bisnis lebih luas. Lembaga usaha ini nantinya tidak hanya fokus pada satu sektor, tetapi akan menaungi berbagai divisi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih mandiri bagi Mandailing Natal.
Transformasi BUMD ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu mengelola potensi lokal secara profesional.
Saipullah menegaskan kemandirian ekonomi daerah hanya bisa tercapai jika struktur bisnis yang dikelola pemerintah daerah memiliki fondasi yang kuat dan beragam.
“Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi daerah dan masyarakat, juga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih mandiri bagi Madina,” pungkasnya.
Di samping fokus pada penguatan ekonomi, rapat tersebut juga mengevaluasi kegiatan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah serta mempersiapkan mekanisme pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi pegawai.
Saipullah mengingatkan agar transisi pola kerja ini tetap mengedepankan kualitas pelayanan public, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
Reporter: Sir





Discussion about this post