• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Maret 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Penampakan Brimob Bersenjata Kawal Evakuasi Ekskavator Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina

by Redaksi
Rabu, 4 Maret 2026
0 0
0
Penampakan Brimob Bersenjata Kawal Evakuasi Ekskavator Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina
ADVERTISEMENT

Proses evakuasi 10 ekskavator tambang emas ilegal di perbatasan Tapsel-Madina berlangsung dramatis di bawah pengawalan ketat 3 pleton Brimob bersenjata lengkap untuk mengantisipasi penghadangan.

Tapsel, StartNews – Personel Satuan Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mengawal ekstra ketat proses evakuasi alat berat dari lokasi tambang emas ilegal di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (4/3/2026). Pengawalan ini bertujuan memastikan barang bukti ekskavator tidak dirampas kembali oleh pihak-pihak yang mencoba menghalangi penertiban.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka menegaskan, setiap pergerakan alat berat dijaga oleh personel dengan perlengkapan senjata standar operasional. Kebijakan pengamanan berlapis ini diterapkan menyusul adanya upaya intervensi dan intimidasi dari sekelompok pria bertubuh tegap saat petugas hendak mengamankan dua unit alat berat pada Senin, 2 Maret 2026.

“Setiap 4 alat berat dikawal 90 sampai 150 personel Sat Brimob atau 3 pleton,” ungkap Kombes Rantau Isnur Eka pada Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, pengawalan ketat ini merupakan respons untuk mengantisipasi adanya penghadangan maupun perlawanan dari pihak yang tidak terima atas penindakan tambang emas ilegal tersebut.

Dalam operasi evakuasi yang dimulai sekira pukul 14.00 WIB tersebut, sebanyak 10 unit ekskavator berhasil dikeluarkan dari lokasi untuk dijadikan barang bukti di Batalyon C Brimob, Sipirok. Namun, proses pemindahan ini menghadapi kendala medan yang berat.

Alat berat harus dikemudikan langsung oleh operator selama lima jam menembus jalanan terjal, bergelombang, dan berlumpur karena truk pengangkut tidak dapat masuk ke titik koordinat tambang.

Kombes Rantau menjelaskan, setelah menempuh perjalanan darat yang melelahkan menuju pemukiman warga, barulah alat berat tersebut dinaikkan ke atas truk untuk dibawa ke markas kepolisian.

“Alat berat kami keluarkan dari lokasi sekira pukul 14.00 WIB untuk dijadikan barang bukti,” tambahnya.

Dia menyebutkan masih ada sisa alat berat di lokasi yang belum bisa dievakuasi karena mengalami kerusakan teknis.

Ketegasan pihak kepolisian dalam mengamankan barang bukti ini sejalan dengan besarnya potensi kerugian negara dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Wakapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan mengungkapkan, praktik tambang ilegal ini diduga menghasilkan omzet mencapai Rp1,5 miliar per hari.

“Informasi awal yang kami peroleh bahwa memang satu titik yang ada di kegiatan tersebut itu bisa menghasilkan lebih kurang 100 gram emas ilegal. Satu titik ya, sementara ini ada beberapa titik,” jelas Brigjen Sonny.

Dari hasil penyelidikan, para pelaku memiliki enam lubang tambang yang tersebar di dua kabupaten yang hanya dipisahkan oleh aliran sungai. Bisnis ilegal ini telah beroperasi selama dua hingga tiga bulan di wilayah Mandailing Natal sebelum akhirnya melakukan ekspansi ke wilayah Tapanuli Selatan dalam dua pekan terakhir.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan telah mengamankan total 14 unit ekskavator dari dua lokasi berbeda, serta membawa 17 orang saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kehadiran ratusan personel Brimob bersenjata di lokasi memastikan proses hukum terhadap aktivitas tambang yang merugikan daerah tersebut tetap berjalan tanpa gangguan fisik dari pihak manapun.

Reporter: Sir

Tags: Brimob BersenjataEkskavatorEvakuasiKawalTambang Emas IlegalTapsel-Madina
ShareTweet
Next Post
Sinergi Pembangunan dan Kamtibmas Warnai Safari Ramadan Pemkab Madina di Kotasiantar

Sinergi Pembangunan dan Kamtibmas Warnai Safari Ramadan Pemkab Madina di Kotasiantar

Discussion about this post

Recommended

Ibu Temukan Putranya Tewas Gantung Diri di Aek Tampang

Ibu Temukan Putranya Tewas Gantung Diri di Aek Tampang

2 tahun ago
Wali Kota Bukittinggi Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Lingkungan

Wali Kota Bukittinggi Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Lingkungan

4 tahun ago

Popular News

  • HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok Kabupaten Madina Berusia 27 Tahun, Ini Agenda Peringatannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MARPOKAT Desak Pemkab Madina Legalkan Tambang Rakyat Demi Kepastian Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof. Sumper Mulia Harahap Dilantik sebagai Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Tembak Pria Asal Madina yang Membunuh Lansia di Angkola Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025