Pemprov Sumut buka pendaftaran magang ke Jepang 2026 untuk tekan angka pengangguran. Cek syarat, jalur gratis Disnaker (IM Jepang), dan skema KUR Bank Sumut di sini!
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) membuka peluang bagi pemuda daerah untuk mengikuti program magang kerja ke Jepang. Langkah ini sebagai upaya pemerintah menekan angka pengangguran di Sumatera Utara yang saat ini tercatat di angka 448 ribu jiwa.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut Yuliani Siregar mengatakan program ini dirancang untuk memberikan kompetensi internasional kepada tenaga kerja lokal. Ada dua jalur utama yang dapat ditempuh oleh masyarakat, yakni melalui program kerja sama pemerintah (IM Jepang) yang bebas biaya, serta melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) resmi yang terdaftar.
“Program magang ada yang di dalam negeri dan ada yang magang ke luar negeri, yakni ke Jepang. Kesempatan ini kita buka untuk mengurangi angka pengangguran di Sumatera Utara,” ujar Yuliani Siregar, Kamis (19/2/2026).
Untuk jalur pemerintah, seleksi dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu April dan September dengan kuota masing-masing mencapai 200 orang per gelombang. Proses pendaftaran untuk gelombang April telah dibuka dan dapat diakses langsung melalui kantor Disnaker Sumut.
Peserta akan menjalani serangkaian seleksi ketat yang meliputi kemampuan akademik matematika, ketahanan fisik, serta penguasaan bahasa Jepang.
Yuliani menjelaskan, bagi peserta yang lolos melalui jalur Disnaker, seluruh biaya pengujian hingga pelatihan di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan penerima. Namun, bagi masyarakat yang memilih jalur LPK, ada biaya mandiri sebesar Rp42 juta untuk akomodasi dan pelatihan.
Untuk mengatasi kendala biaya pada jalur mandiri ini, Pemprov Sumut tengah menjajaki skema kredit lunak bersama perbankan daerah.
“Kita sampaikan ke Pak Gubernur bagaimana agar Pemprov Sumut melalui Bank Sumut dapat mengucurkan KUR untuk masyarakat yang akan magang ke Jepang melalui LPK. Saat ini sedang dalam pembahasan mekanismenya bagaimana dan penjaminnya seperti apa,” kata Yuliani.
Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyerapan tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga pada dampak ekonomi saat mereka kembali ke Tanah Air. Para alumni magang Jepang diharapkan membawa pulang keterampilan teknis dan etos kerja tinggi untuk membangun daerah asal mereka, seperti kisah sukses alumni di Tapanuli Utara yang kini berhasil memajukan sektor pertanian cabai.
Selain fokus pada pasar Jepang, Disnaker Sumut juga memperkuat program magang nasional yang telah menyerap 2.800 tenaga kerja di berbagai perusahaan lokal sejak tahun 2025. Program ini bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.
Sebagai langkah persiapan jangka panjang, Pemprov Sumut menggandeng Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah menengah. Edukasi sejak dini mengenai syarat dan persiapan magang ke luar negeri dinilai penting agar siswa SMA/SMK di Sumatera Utara memiliki daya saing yang matang sebelum memasuki dunia kerja global.
“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara dan nanti kita akan sosialisasi bersama LPK ke SMA/SMK apa yang harus dilakukan siswa sejak dini jika ingin magang ke Jepang,” tutur Yuliani.
Reporter: Sir





Discussion about this post