Panyabungan, StartNews Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum menerima hasil penelitian tim dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait fenomen semburan lumpur panas di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina.
“Tim EBTKE sudah turun ke lapangan. Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan kajian mereka secara menyeluruh,” kata Bupati Madina H. Saipullah Nasution usai mengikuti kegiatan gotong-royong di kawasan Pasar Lama Panyabungan, Sabtu (3/5/2025).
Saipullah menyebut tim dari EBTKE yang meneliti ke lokasi semburan lumpur panas terbagi dua, yakni dari bidang panas bumi dan bidang geologi. Kedua tim sudah mengambil contoh untuk diteliti di Jakarta.
Terkait hasilnya, Saipullah mengatakan pihaknya segera berkomunikasi dengan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.
“Karena ini masalah teknis, tentu perlu waktu untuk mengetahui hasilnya. Kita tunggu saja,” tegas Saipullah.
Dia juga menyebutkan fenomena alam semburan lumpur panas itu sudah dilaporkan ke Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution.
“Kami juga sudah laporkan ke Pak Gubernur terkait situasi yang ada di Roburan Dolok. Memang ada semburan air panas dari bawah, tapi tidak meluber. Artinya, airnya tetap segitu hanya tekanan gas dari bawah yang membuat air seperti mendidih,” ujar Saipullah.
Semburan lumpur panas yang tiba-tiba muncul di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, sempat membuat heboh warga setempat. Fenomena ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Pemkab Madina bereaksi dengan mengirimkan surat ke Ditjen EBTKE Kementerian ESDM untuk menurunkan tim peneliti guna mengetahui penyebab terjadinya semburan lumpur panas yang dinilai berbahaya bagi masyarakat sekitar.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post