Siabu, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) membantu Badan Wilayah Sungai II Sumatera Utara (BWS II Sumut) menormalisasi saluran irigasi Batang Angkola yang tersumbat sedimen pasir dan bebatuan di Kecamatan Siabu. Normalisasi irigasi ini mendesak agar para petani di tujuh desa di Siabu bisa menanam padi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhendra Ritonga menyampaikan hal itu usai meninjau saluran irigasi Batang Angkola di Kecamatan Siabu, Selasa (4/11/2025).
Peninjauan itu juga dihadiri Plt. Kepala Dinas PUPR Madina A. Faisal, perwakilan BWS II Sumut, unsur Forkopimcam Siabu serta masyarakat petani dari Desa Sihepeng 1, Sihepeng 2, Sihepeng 3, Sihepeng 4, Sihepeng 5, Hutapuli, dan Sibaruang.
Taufik Zulhendra Ritonga mengatakan dari hasil peninjauan ditemukan 600 meter sedimen pasir bercampur batu yang menumpuk di saluran irigasi Batang Angkola.
Akibat sedimen itu, air tidak bisa mengalir mulai dari Sihepeng sampai Kelurahan Siabu. Sehingga, para petani di tujuh desa tidak bisa menanam padi karena ketiadaan air dari saluran irigasi Batang Angkola.
“Petani tidak bisa menanam padi, karena airnya memang tidak ada,” kata Taufik.
Taufik mengungkapkan, perbaikan saluran irigasi Batang Angkola merupakan wewenang dan tanggung jawab pihak BWS II Sumut.
Namun, mengingat perlunya air untuk mengairi areal sawah para petani, Pemerintah Kabupaten Madina ikut membantu upaya normalisasi saluran irigasi Batang Angkola yang dilakukan pada pekan ini.
“Pemkab Madina turun langsung dan diharpkan satu minggu ini akan dinormalisasi dengan pengerukan saluran. Sesungguhnya ini tanggung jawab BWS II. Namun, karena sudah mendesak, Pemkab Madina turut membantu agar normalisasi saluran irigasi ini segera berjalan,” pungkasnya.
Reporter: Sir





Discussion about this post