Warga Desa Palsabolas, Tapanuli Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad nenek berinisial BH (70) yang tewas mengenaskan dengan kondisi terlilit tali dan luka senjata tajam di dekat rumahnya.
Tapsel, StartNews – Warga Dusun Simandulu, Desa Palsabolas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendadak gempar pada Rabu (25/2/2026) dini hari. Seorang lansia berinisial BH (70) ditemukan tak bernyawa dengan kondisi yang memprihatinkan di sebuah kebun yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya sendiri.
Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan pihak keluarga yang menyadari keberadaan korban tidak ada di rumah. Upaya pencarian dilakukan secara gotong-royong oleh warga yang saat itu sedang berkumpul untuk takziah di lingkungan sekitar. Nahas, korban justru ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan bekas kekerasan fisik pada bagian tubuhnya.
Kepala Desa Palsabolas Pardamean Harahap mengatakan jasad tersebut ditemukan sekitar pukul 00.30 WIB. Menurut dia, kondisi korban saat kali pertama dievakuasi memilukan, karena terdapat jeratan tali dan luka robek pada area wajah yang diduga akibat hantaman benda tajam.
“Saat ditemukan kondisi korban terlilit tali dan ada luka di wajah. Wajah korban luka seperti benda tajam dan darah sudah mengering,” kata Pardamean kepada awak media.
Kronologi pencarian dimulai ketika anak korban melapor kepada Kepala Dusun (Kadus) Simandalu mengenai hilangnya sang ibu. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada warga Simandalu Lombang yang sedang melayat di rumah duka warga lainnya.
Tanpa menunggu lama, warga langsung bergerak menuju Simandalu Dolok untuk menyisir area perkebunan hingga akhirnya menemukan jasad BH.
Pardamean mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan otoritas terkait sesaat setelah lokasi penemuan diamankan. Dia segera menghubungi camat serta Polsek setempat guna menindaklanjuti dugaan tindak pidana pembunuhan yang menimpa warganya tersebut.
Hingga saat ini, jenazah BH telah dievakuasi ke RSUD Padangsidimpuan untuk menjalani proses autopsi dan visum guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
“Jadi dibawa ke rumah sakit. Termasuk saat ini lagi upaya visum,” kata Pardamean saat ditemui di RSUD Padangsidimpuan.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post