• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Februari 24, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Menjemput Kedamaian di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan

by Redaksi
Senin, 23 Februari 2026
0 0
0
Menjemput Kedamaian di Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan

Masjid Agung Nur Ala Nur di Panyabungan. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Jelajahi kemegahan Masjid Agung Nur Ala Nur di Panyabungan. Simak filosofi ‘Cahaya di atas Cahaya’ dan perannya sebagai ikon religi pemersatu di Lintas Sumatera.

Panyabungan, StartNews – Bagi setiap musafir yang melintasi jalur Jalan Lintas Sumatera, pemandangan di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), selalu menyajikan impresi yang mendalam. Di sana, berdiri tegak bangunan putih yang seolah memancarkan pendar suci di tengah rimbunnya hijau pegunungan Bukit Barisan.

Masjid Agung Nur Ala Nur bukan sekadar tumpukan beton dan marmer yang megah, melainkan detak jantung spiritual bagi Kabupaten Madina. Masjid ini menjadi bukti bagaimana filosofi ‘Negeri Beradat Taat Beribadah’ diterjemahkan ke dalam bentuk fisik yang memukau mata setiap orang yang memandangnya.

Lahir dari visi besar pada masa kepemimpinan Bupati Amru Daulay, masjid ini dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat sujud. Nama “Nur Ala Nur” yang dipetik dari Surah An-Nur bukan sekadar identitas, melainkan doa agar bangunan ini senantiasa menjadi sumber pencerahan bagi masyarakat sekitar.

Hal ini senada dengan semangat pembangunannya yang ingin menyatukan kemajuan peradaban dengan akar tradisi. “Kita ingin menciptakan sebuah pusat peradaban di mana nilai-nilai Islam dan kearifan lokal Mandailing bisa bersentuhan secara harmonis dalam satu ruang yang agung,” kata tim perencana dalam catatan sejarah pembangunannya.

Secara visual, arsitektur Masjid Agung Nur Ala Nur mengusung gaya Neo-Vernakular yang kental dengan sentuhan Moorish ala Timur Tengah. Dominasi warna putih bersih pada eksteriornya memberikan kesan kesucian yang kontras dengan latar belakang alam tropis yang dramatis.

Salah satu keunikan yang sering mengundang decak kagum adalah sistem kubah besarnya yang tidak menggunakan pola warna-warni, melainkan panel komposit perak-keputihan. Material ini dirancang khusus untuk menangkap dan memantulkan cahaya matahari dengan lembut, sehingga menciptakan efek visual yang meneduhkan bagi siapapun yang berada di pelatarannya.

Memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut oleh ruang utama yang lapang tanpa keberadaan pilar tengah yang menghalangi pandangan. Inovasi struktur pillarless space ini memiliki makna filosofis yang dalam, yakni menjaga agar shaf salat tidak terputus, melambangkan persatuan umat yang kokoh.

Di langit-langit kubah, seni kaligrafi Arab yang detail mengelilingi lampu kristal raksasa, menciptakan atmosfer yang khusyuk saat malam hari tiba. Lantai marmer berkualitas tinggi yang dingin di bawah telapak kaki seolah mengajak setiap jamaah untuk sejenak melupakan kepenatan dunia di luar sana.

Uniknya, meski kental dengan nuansa internasional, Masjid Agung Nur Ala Nur tetap membumi dengan menyisipkan elemen lokal Mandailing melalui konsep lanskapnya. Area terbuka di sekeliling masjid mengadopsi semangat “Alaman Bolak” atau lapangan luas dalam tradisi lokal, yang berfungsi sebagai ruang komunal bagi warga.

Hal itu menjadikan masjid ini multifungsi. Mulai dari pelaksanaan manasik haji hingga menjadi pusat perayaan hari besar Islam yang mampu menampung ribuan orang sekaligus.

Kehadiran taman-taman di sekitarnya juga berfungsi sebagai area resapan air, menunjukkan bahwa keagungan arsitektur ini tetap peduli pada keberlanjutan lingkungan di kawasan perkantoran Payaloting.

Kini, Masjid Agung Nur Ala Nur telah bertransformasi menjadi mercusuar iman di Bumi Gordang Sambilan. Saat matahari terbenam dan sistem pencahayaan fasad mulai menyala, masjid ini benar-benar mewujudkan maknanya sebagai “Cahaya di atas Cahaya” yang menerangi kegelapan.

Masjid ini menjadi ruang dialektika yang mempertemukan manusia dengan Sang Pencipta, sekaligus menjadi rumah bagi para musafir yang mencari ketenangan di tengah panjangnya perjalanan Lintas Sumatera.

Keberadaan masjid ini membuktikan bahwa kemegahan sejati tidak hanya terletak pada tingginya menara, tetapi pada sejauh mana bangunan tersebut mampu memberi manfaat dan kebanggaan bagi jiwa-jiwa di sekitarnya.

Reporter: Sir

Tags: KedamaianmadinaMasjid Agung Nur Ala NurMenjemputpanyabungan
ShareTweet
Next Post
Desa Sukaramai Alokasikan Dana Desa untuk Beasiswa Prestasi dan Gizi Warga

Desa Sukaramai Alokasikan Dana Desa untuk Beasiswa Prestasi dan Gizi Warga

Discussion about this post

Recommended

Saipullah Bantu Pembangunan Tembok Ponpes Darud Tauhid

Saipullah Bantu Pembangunan Tembok Ponpes Darud Tauhid

1 tahun ago
Pria Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas di Pidoli Lombang

Pria Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas di Pidoli Lombang

4 tahun ago

Popular News

  • THR ASN, TNI, Polri Cair Pekan Depan, Cek Rincian Komponennya di Sini

    THR ASN, TNI, Polri Cair Pekan Depan, Cek Rincian Komponennya di Sini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kembalikan Marwah Masjid Agung, Bupati Madina Pindahkan Acara Pemerintah ke TRB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Kurir Ganja dari Madina Tertangkap di Tapsel Gegara Ban Sepeda Motor Bocor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia di Kamar Hotel Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Matinya Efek Jera di Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025