Padangsidimpuan, StartNews Menjelang bulan suci Ramadan, Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Padangsidimpuan memantau stok bahan bakar minyak (BBM) di tujuh lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padangsidimpuan, Rabu (30/3/2022).
Pemantauan tersebut dipimpin Kanit IV Satuan Reskrim Polres Padangsidimpuan Ipda Andika Sembiring. Berdasarkan hasil pantauan, menurut dia, SPBU Angkola Migas Persada di Jalan Imam Bonjol memilik stok BBM jenis Pertalite sebanyak 34.300 liter, Pertamax 6.800 liter, Bio Solar 8.000 liter, dan Pertadex 6.100 liter.
SPBU UD Devi di Jalan Tengku Rizal Nurdin punya stok BBM jenis Pertalite 5.800 liter, Pertamax 4.167 liter, Biosolar 8.220 liter, dan Dexlite 9.260 liter. SPBU PT Aminah Purto Deras di Jalan SM Raja punya stok BBM jenis Pertalite 9.000 liter, Pertamax 5.000 liter, dan Biosolar 8.000 liter.
SPBU PT Mara Enda Siregar di Jalan Sudirman menyimpan stok BBM Pertalite 15.000 liter, Pertamax 15.800 liter, Biosolar 1.000 liter, dan Dexlite 5.300 liter. Sedangkan SPBU PT Qolbun Salim di Jalan Raja Inal Siregar, punya stok Pertalite di pompa pertama sebanyak 29.519 liter.
“Masih di SPBU PT Qolbun Salim, stok BBM jenis Pertalite di pompa kedua 4.356 liter, Pertamax 9.178 liter, Biosolar 16.479 liter, dan Dexlite 8.824 liter,” terang Andika.
Sementara SPBU PT Tapanuli Karya Sejahtera di Jalan Jendral AH Nasution, punya stok Pertalite 13.000 liter, Pertamax 5.300 liter, Biosolar 16.000 liter, dan Dexlite 7.500 liter. SPBU PT Harapan Insani di Jalan Kapten Koima, terpantau stok BBM jenis Pertalite 16.000 liter, Pertamax 13.000 liter, serta Biosolar 2.500 liter.
Berdasarkan keterangan sejumlah petugas SPBU, kata Ipda Andika Sembiring, penyebab sering terjadi antrean lantaran keterlambatan BBM yang masuk dari PT Pertamina Kota Sibolga. Kemudian, tidak sesuainya volume BBM dari PT Pertamina ke pihak SPBU, khususnya jenis Biosolar subsidi.
“Juga tingginya permintaan BBM jenis Biosolar bersubsidi disebabkan Kota Padangsidimpuan merupakan wilayah perlintasan antar kabupaten/kota dan masuknya Biosolar ke SPBU tidak bersamaan, sehingga kerap terjadi antrean,” katanya.
Reporter: Rls





Discussion about this post