Nikmati suasana hangat ngabuburit di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Simak geliat ekonomi warga Desa Parbangunan yang berburu takjil lezat sambil menanti azan Magrib di ikon religi Panyabungan ini.
Panyabungan, StartNews – Semburat jingga mulai menghiasi langit Desa Parbangunan, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Di bawah naungan menara Masjid Agung Nur Ala Nur yang megah, suasana sore pada Jumat (20/2/2026) terasa begitu hangat dan hidup. Lokasi ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan magnet bagi warga lokal untuk menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa atau yang akrab disebut ngabuburit.
Sejak pukul empat sore, pelataran dan sisi jalan menuju masjid mulai dipadati masyarakat. Ada yang datang berboncengan motor bersama keluarga, hingga pasangan muda yang berjalan santai menikmati semilir angin sore. Kehadiran warga ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman yang berderet rapi menjajakan aneka penganan berbuka.
Meja-meja sederhana yang berjejer di sepanjang jalan dipenuhi dengan visual yang menggoda selera. Mulai dari es campur berwarna-warni yang segar, gorengan yang masih hangat, hingga kue-kue tradisional khas Mandailing yang aromanya menyeruak di udara. Keramaian ini menciptakan harmoni antara ketaatan beribadah dan geliat ekonomi kerakyatan yang tumbuh subur di bulan suci.
Salah seorang pedagang takjil yang sedang sibuk membungkus pesanan pembeli mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga tahun ini. Dengan senyum ramah yang tak lepas dari wajahnya, dia terus melayani pelanggan yang silih berganti datang menghampiri lapaknya.
“Alhamdulillah, tahun ini suasana ngabuburit di Masjid Agung Nur Ala Nur sangat ramai. Kami para pedagang kecil sangat terbantu dengan banyaknya warga yang datang ke sini. Semoga dagangan kami semua habis sebelum azan Magrib berkumandang,” ujar salah satu pedagang di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.
Suara riuh rendah tawa anak-anak yang berlarian di pelataran masjid menambah kental nuansa kebahagiaan sore itu. Di sisi lain, deretan sepeda motor yang terparkir rapi menjadi bukti betapa kawasan ini menjadi titik kumpul utama bagi warga Panyabungan. Bagi mereka, momen ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi sambil berburu kuliner favorit untuk berbuka.
Sore di sekitar Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan bukan sekadar rutinitas menunggu waktu makan. Ia menjadi potret denyut ekonomi rakyat kecil yang menggantungkan rezeki pada meja-meja kayu dan payung peneduh. Di sini, semangat berbagi dan semangat mencari nafkah menyatu dalam syahdunya suasana menjelang waktu berbuka.
Seiring matahari yang semakin condong ke barat, keramaian perlahan bergeser ke area dalam masjid. Warga mulai bersiap mengambil barisan salat. Sementara para pedagang mulai merapikan dagangannya yang sebagian besar sudah terjual. Ngabuburit di Masjid Agung Nur Ala Nur tetap menjadi tradisi yang memberikan makna mendalam bagi spiritualitas sekaligus kesejahteraan masyarakat Madina.
Reporter: Fadli Mustafid




Discussion about this post