• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Mandailing Natal Dikepung Banjir dan Longsor, Baca Laporan Lengkapnya

LAPORAN KHUSUS

by Redaksi
Sabtu, 18 Desember 2021
0 0
0
Mandailing Natal Dikepung Banjir dan Longsor, Baca Laporan Lengkapnya
ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Hujan deras intensitas tinggi sejak Jumat (17/12/2021) malam hingga Sabtu (18/12/2021) pagi membuat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dikepung banjir dan tanah longsor. Setidaknya, berdasarkan data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, tercatat 10 kecamatan di Bumi Gordang Sambilan ini terendam banjir. Bahkan di beberapa titik terjadi tanah longsor yang menimpa jalan raya.

Tingginya curah hujan mengakibatkan banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan Timur, Kecamatan Panyabungan Barat, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kecamatan Hutabargot, Kecamatan Batangnatal, Kecamatan Linggabayu, Kecamatan Rantobaek, Kecamatan Sinunukan, dan Kecamatan Natal.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir. Namun, ribuan penduduk di sejumlah desa di 10 kecamatan itu mengungsi ke tempat yang aman. Ketinggian genangan air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

Di Kecamatan Panyabungan, Aek Mata yang membelah kota Panyabungan meluap akibat tak mampu menampung debit air hujan. Akibatnya, permukiman penduduk di sepanjang bantaran sungai itu terndam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Bahkan, tanggul Aek Mata jebol diterjang aliran sungai yang deras, sehingga merendam permukiman penduduk di wilayah Banjar Sibaguri, Kelurahan Panyabungan III.

Air juga menggenangi kawsan Pasarlama. Jalan Willem Iskander di kawasan ini terendam air, sehingga mengganggu pengendara yang melintas. Sejumlah sepeda motor mogok karena nekat menerobos genangan air. Banjir di jalan ini diduga akibat drainase tersumbat tumpukan sampah.

Sejumlah desa di Kecamatan Hutabargot, yang berada di hilir Aek Mata juga terendam banjir. Bahkan, akses ke Hutabargot terputus akibat Jalan Sutan Pulungan yang menghubungkan Desa Hutabargot dan Desa Adiajior terendam banjir setinggi 40 50 sentimeter.

Air juga merendam Masjid Al Abror di Panyabungan Jae dan Masjid Miftahul Jannah di Huta Lombang. Akibatnya, fasilitas masjid basah kuyup. Airnya juga menerobos ke dalam ruang kelas madrasah yang berada di depan Masjid Al Abror Panyabungan Jae. Warga sekitar masih berusaha menghalau air agar genangan tidak makin tinggi.

Komplek Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina juga tak luput dari banjir. Ketinggian air di komplek kampus ini diperkirakan mencapai 30-40 sentimeter.

Di wilayah Longat dan Desa Hutatonga, Kecamatan Panyabungan Barat, banjir terparah di kawasan Pesantren Al Amin, ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Pantai Barat

Banjir terparah terjadi di wilayah pantai barat Madina. Sejumlah desa di Kecamatan Batangnatal, Kecamatan Linggabayu, dan Kecamatan Natal terendam banjir. Sejumlah infrastruktur vital di wilayah ini rusak diterjang banjir.

Jembatan Lobung yang menghubungkan Kelurahan Simpang Gambir dengan Desa Kampung Baru di Kecamatan Linggabayu, misalnya, amblas akibat tergerus aliran Sungai Siguringguring. Akibatnya, jembatan ini tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Jembatan ini amblas pada Jumat (17/12/2021) sekitar pukul 22.00 WIB.

Guyuran hujan juga menyebabkan tanah longsor dan menimbun badan jalan provinsi di Desa Rantobi, Kecamatan Batangnatal, Sabtu (19/12/2021) dini hari. Hingga pukul 01.00 WIB, petugas masih berusaha membersihkan material longsor berupa lumpur dan pepohonan dari badan jalan menggunakan satu unit excavator.

Longsor yang terjadi di Desa Rantobi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Batangnatal. Saat ini hujan masih lebat, ucap Andi, warga Kecamatan Batangnatal yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas menuju pantai barat Madina terputus. Kendaraan yang hendak melintas harus sabar menunggu dan berputar balik, baik dari arah Panyabungan maupun dari arah Natal.

Banjir juga merendam Desa Bondakase, Kecamatan Natal. Akses jalan menuju desa ini lumpuh total. Akibatnya, warga desa kesulitan bahan makanan dan air bersih. Warga membutuhkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terpaksa mengungsi.

Di Kecamatan Natal, sungai Kunkun juga meluap. Akibatnya, puluhan rumah di Desa Sikarakara IV terendam banjir setinggi 1 meter. Meski demikian, warga di desa ini masih enggan mengungsi. Selain rumah penduduk, air juga menggenangi jalan raya dan sejumlah sekolah di desa tersebut.

Banjir parah juga merendam ratusan rumah di Desa Patiluban Hilir, Kecamatan Natal. Banjir terjadi akibat Sungai Batangnatal meluap. Sejumlah sekolah di desa ini terpaksa diliburkan karena air merendam ruang kelas.

Respon Bupati Madina

Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda 10 kecamatan di Kabupaten Madina mendapat respon khusus dari Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution. Menurut dia, pihaknya telah menerjunkan tim gabungan, khususnya BPBD Madina, ke lokasi banjir dan tanah longsor.

Sejak Jumat (17/12/2021) malam, kata Sukhairi, seluruh jajaran penanganan bencana sudah diarahkan untuk waspada dan memonitor perkembangan situasi.

Kita sudah menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi banjir, baik di Kecamatan Batangnatal maupun Linggabayu kata Sukhairi seperti diberitakan Madinapos.

Sukhairi juga mengimbau warga agar tetap waspada pada musim penghujan. Terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai.

Sukhairi juga mengimbau warga yang terdampak banjir parah segera mengungsi ke tempat yang aman dan berkordinasi dengan para kepala desa setempat.

Reporter: Tim/DBS

Tags: BanjirBencana Alammadinamandailing natalpemkab madinaTanah Longsor
ShareTweet
Next Post
Polisi Masih Buru Pelaku Begal di Depan Kafe Dapur Nenek Panyabungan

Ini Kiat Hadapi Bencana Alam Saat Musim Hujan ala Kapolres Madina

Discussion about this post

Recommended

PT SMGP Serahkan Tali Asih kepada 46 Korban Keracunan H2S

PT SMGP Serahkan Tali Asih kepada 46 Korban Keracunan H2S

5 tahun ago
Penyelamatan Harimau Sumatera yang Terjerat di Gayo Lues

Penyelamatan Harimau Sumatera yang Terjerat di Gayo Lues

4 tahun ago

Popular News

  • Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Madina Ungkap Alasan Dua Kadis dan Satu Kaban Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Korban Lagi, Polda Sumut Janji Gelar Operasi Penindakan PETI di Madina Pasca Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025