Komunitas Kombur Group dan HM Madina Jakarta menanam 132 pohon di bantaran Sungai Batang Angkola, Mandailing Natal (Madina), sebagai upaya pemulihan lingkungan dan ekonomi pasca-banjir besar.
Panyabungan, StartNews – Komunitas Kombur Group bersama Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal (Madina) Jakarta dan sekitarnya menanam 132 bibit pohon dan tanaman produktif di kawasan bantaran Sungai Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Madina, pada 5 April 2026.
Penanaman bibit pohon itu sebagai upaya memulihkan ekosistem lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga pasca-bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Program yang mengusung tema ‘Batang Angkola Resilience: Hijau Buminya, Pulih Ekonominya’ ini fokus pada pembenahan lahan warga yang terdampak erosi dan hilangnya vegetasi akibat luapan sungai.
Dalam aksi tersebut, para relawan menanam berbagai jenis tanaman keras dan produktif yang terdiri dari 55 batang mahoni, 35 batang kayu manis, 15 batang cengkeh, 14 batang asam hilir, 12 batang mangga, serta satu pohon bambu.
Selain tanaman keras, pihak penyelenggara juga membagikan sembilan bungkus bibit kacang panjang untuk memberikan manfaat ekonomi jangka pendek bagi masyarakat setempat.
Untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan tanaman tersebut, kolaborasi ini juga menyalurkan bantuan sarana penunjang berupa 150 kilogram pupuk urea, 14 sak dolomit, delapan botol booster, dan 10 bungkus NPK Mutiara.

Pemilihan jenis pohon seperti bambu dan mahoni didasari fungsinya yang efektif dalam memperkuat struktur tanah di pinggir sungai guna mencegah abrasi pada masa depan.
Ketua pelaksana kegiatan, Rafif Luqmanul Aziz Siregar, menyatakan inisiatif itu lahir dari keinginan kuat komunitas untuk hadir secara konkret di tengah masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
Dia menegaskan pemulihan lingkungan tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem dan pendapatan warga sekitar.
“Kami ingin membuktikan bahwa komunitas bisa hadir secara konkret dalam proses pemulihan. Bukan hanya soal menanam pohon, tapi soal membangun harapan bersama masyarakat di sekitar sungai ini,” ujar Rafif.
Rafif juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait untuk ikut dalam gerakan penghijauan ini, karena luasnya cakupan wilayah rawan bencana yang membutuhkan penanganan serupa.

Menurut dia, sinergi antara relawan, mitra, dan donatur diperlukan agar program pelestarian di Mandailing Natal dapat dilakukan secara masif dan terus-menerus.
“Pemulihan tidak bisa kita lakukan sendiri. Kami berharap semakin banyak pihak yang mau bergabung, baik sebagai relawan, mitra kegiatan, maupun donatur, agar penghijauan di kawasan rawan bencana ini bisa terus berjalan,” tambahnya.
Seluruh pendanaan kegiatan ini berasal dari swadaya dan hasil penggalangan dana publik yang mencapai total Rp4.245.001. Dana yang terkumpul digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan operasional lapangan, transportasi, serta pengadaan bibit dan pupuk secara transparan.
Melalui aksi kolaboratif ini, Kombur Group dan HM Madina Jakarta berharap semangat kepedulian lingkungan dapat terus terjaga demi melindungi kawasan rawan bencana pada masa yang akan datang.
Reporter: Rafif





Discussion about this post