• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kisah Nek Marni, Penjual Serabi yang Akhirnya Berangkat Haji

by Redaksi
Rabu, 21 Mei 2025
0 0
0
Kisah Nek Marni, Penjual Serabi yang Akhirnya Berangkat Haji

Marni binti Poksum (kanan). (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Medan, StartNews Namanya Marni binti Poksum. Usianya 68 tahun. Nek Marni panggilan akrabnya bersiap menjalani perjalanan yang selama ini hanya bisa dia bayangkan dalam sujud dan harapan, yaitu berangkat haji ke Tanah Suci.

Perjalanannya bukan kisah penuh kelimpahan. Dia bukan pegawai, bukan pula seorang pedagang besar. Nek Marni hanyalah penjual serabi yang setia mengayuh harapan sejak tahun 2002. Selama lebih dari dua dekade, dia menjajakan serabi. Sebelum menjadi penjual serabi, Nek Marni juga pernah berganti profesi sebagai penjual misop dan lemang yang dia antar hampir setiap hari ke pajak (pasar).

Pernah jual misop, lemang, dan terakhir jual serabi. Nenek menabung sedikit demi sedikit, dari hasil jualan itu. Anak-anak juga bantu, ucap Nek Marni , mengenang 12 tahun perjuangan sejak kali pertama berniat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Nek Marni menceritakan, pada tahun 2012 dia resmi mendaftar bersama salah satu putranya, Agus Suhendra. Sejak itu, penantian panjang dimulai. Tahun lalu, namanya sempat disebut sebagai calon jamaah yang akan berangkat. Namun, takdir berkata lain. Namanya belum masuk daftar akhir.

Ya nenek hanya bisa bilang, belum rezeki. Berbaik sangka saja sama Allah. Mungkin tahun depan, kalau umur panjang, ujarnya di Asrama Haji Medan, Selasa (20/5/2025).

Ternyata, Allah memang menyiapkan waktu yang lebih baik untuk Nek Marni. Setelah 12 tahun menunggu, dia akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah ke Baitullah. Tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 16 Embarkasi Medan (KNO 16) bersama 116 jamaah asal Kota Tebingtinggi.

Nek Marni memasuki Asrama Haji pada 20 Mei 2025, lalu terbang menuju Jeddah, Arab Saudi pada 21 Mei 2025 tengah malam. Namun, perjalanan menuju momen ini tidaklah mudah. Sekitar tujuh bulan lalu, Nek Marni terjatuh. Tubuh renta itu tak lagi sekuat dulu. Dia pun berhenti berjualan serabi selama 7 bulan. Bahkan, dia sempat khawatir menjelang bulan Ramadan yanglalu tidak bisa menjalankan puasa, tarawih, bahkan ibadah haji dengan sempurna karena kondisi kaki yang lemah.

Tiga hari sebelum puasa, nenek benar-benar berdoa minta sama Allah. Nenek bilang, Ya Allah, sebentar lagi puasa, izinkan aku supaya bisa puasa, bisa tarawih tidak tinggal, sehatkan, kisahnya dengan mata berkaca-kaca.

Aku juga ingin ziarah ke makam ibu saya di kampung sebelum berangkat haji, nenek berdoa, tambahnya.

Keajaiban pun datang. Kesehatannya berangsur pulih. Dia bisa kembali berjalan, bisa menyiapkan diri menyambut Ramadan dan panggilan mulia menuju Tanah Suci.

Ditinggal suami sejak 2018, kini Nek Marni mengandalkan semangat dari 5 anak dan 13 cucu yang terus menyemangatinya. Mereka adalah saksi hidup betapa tabahnya seorang nenek yang tak pernah menyerah pada keadaan.

Saat ditanya apakah pernah terlintas ingin membatalkan niat ibadah haji, mengingat masa tunggu yang begitu lama, Nek Marni mengatakan tidak pernah terlintas sedikitpun, meski banyak yang mengajaknya untuk pergi umrah saja.

Nggak pernah terlintas untuk membatalkan niat haji, meskipun dulu ada yang ngajak untuk umrah saja. Tapi nenek bilang, haji itu wajib. Biarlah saya tunggu, saya mau menunaikan kewajiban itu cemanapun, tegasnya.

Nek Marni juga menyampaikan pesan bagi yang belum melaksanakan ibadah haji. Nenek hanya ingin sampaikan satu pesan. Kalau sudah ada niat, daftar dulu. Jangan tunggu mampu, jangan tunggu tua. Niatkan sungguh-sungguh, ikhtiarkan sebisanya. Allah yang akan cukupkan,” ucapnya.

Kisah Nek Marni adalah bukti bahwa niat yang tulus, usaha yang konsisten, dan keyakinan yang kuat kepada takdir Allah mampu menembus segala keterbatasan. Bahwa dari dapur sederhana dan serabi pun, jalan menuju Baitullah bisa terbuka luas.

Dia mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu tampak megah, tapi jika dijalani dengan sabar dan doa, maka Allah sendiri yang akan memuliakan langkah itu.

Reporter: Rls

Tags: Berangkat HajiNek MarniPenjual Serabi
ShareTweet
Next Post
Jamaah Haji Aceh di Makkah Terima Wakaf Baitul Asyi Dua Ribu Riyal

Jamaah Haji Aceh di Makkah Terima Wakaf Baitul Asyi Dua Ribu Riyal

Discussion about this post

Recommended

Aek Horsik Meluap, Warga Pidoli Diminta Evakuasi Hewan Ternak

Aek Horsik Meluap, Warga Pidoli Diminta Evakuasi Hewan Ternak

2 tahun ago
Kapolda Sumut Pantau Vaksinasi dan PPKM Level 4 di Kota Pematangsiantar

Kapolda Sumut Pantau Vaksinasi dan PPKM Level 4 di Kota Pematangsiantar

5 tahun ago

Popular News

  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sopir Asal Bekasi Meninggal Dunia di Loket Bus ALS Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jual Organ Harimau Dahan, Dua Warga Madina Ditangkap Polres Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Sopir dan Kenek Bus ALS yang Kecelakaan Maut di Muratara Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025