• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, Mei 7, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

KH Hasyim Asyari, Tokoh Pendiri NU dan Pahlawan Nasional

by Redaksi
Senin, 17 Januari 2022
0 0
0
KH Hasyim Asyari, Tokoh Pendiri NU dan Pahlawan Nasional
ADVERTISEMENT

Tokoh Kita Jombang Provinsi Jawa Timur memang kental dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).Hal itu tidak lepas dari awal mula berdirinya organisasi massa Islam itu.

Di balik suksesnya NU yang kini sudah tersebar di seluruh penjuru negeri, tentu saja ada sosok yang berpengaruh. Ia adalah KH Hasyim Asyari, tokoh pendiri NU sekaligus pahlawan nasional dari Jawa Timur.

Berbicara sosok KH Hasyim Asy’ari banyak hal yang dapat dipetik. Mulai dari perjuangannya untuk bangsa dan negara hingga perjuangannya dalam dakwah.

Belajar dari KH Hasyim Asy’ari banyak pesan moral yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Siapa saja bisa meneladani jejak langkah tokoh pendiri NU itu.

Untuk mengenal lebih dekat dengan KH Hasyim Asy’ari, yuk simak biografinya yang dikutip Liputan6.com dari berbagai sumber.

KH Hasyim Asy’ari lahir di Jombang, 14 Februari 1871. Ia meninggal di Jombang, 21 Juli 1947 pada usia 76 tahun. Tokoh pendiri NU itu dimakamkan di komplek makam keluarga di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng.

Sejak kecil KH Hasyim Asyari hidup di lingkungan pesantren. Ayahnya adalah tokoh agama yang mendirikan Ponpes Keras, Diwek, Jombang. Dengan bermodal ilmu agama sejak kecil, KH Hasyim Asy’ari memilih untuk terus mengembangkan ilmu agama Islam.

Ia merasa haus akan ilmu pengetahuan Islam. Maka dari itu, ia belajar agama ke berbagai ponpes di Jawa Timur. Bahkan, untuk mempelajari Islam lebih dalam, pada tahun 1892 KH Hasyim Asy’ari menimba ilmu di tanah suci, Makkah.

Sepulangnya dari Mekah, pada tahun 1899 KH Hasyim Asy’ari mendirikan Ponpes Tebuireng. Ilmu yang telah ia pelajari selama belajar dari berbagai ponpes diamalkan dan diberikan pada murid-muridnya di Ponpes Tebuireng.

Ponpes Tebuireng berada di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Sebelumnya kampung ini dikenal sebagai sarang perjudian, perampokan, pencurian, hingga pelacuran. Sejak kedatangan KH Hasyim Asy’ari secara bertahap pola kehidupan masyarakat di Tebuireng semakin membaik.

Ponpes Tebuireng telah melahirkan tokoh-tokoh yang berpengaruh di negeri ini. Ponpes Tebuireng menjadi ponpes terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.

KH Hasyim Asy’ari adalah tokoh penting di organisasi NU. Ia memprakarsai berdirinya NU pada tahun 1926. Ia dijuluki sebagai Hadratus Syeikh (maha guru) sekaligus menjadi Rais Akbar NU pertama.

Organisasi yang didirikan di Surabaya Ini bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Dalam penerapannya, baik berpikir maupun bertindak, merujuk pada Khittah NU yang terdiri dari kitab Qanun Asasi dan kitab I’tikad Ahlussunah Wal Jamah. Kitab tersebut dirumuskan oleh KH Hasyim Asy’ari.

Di masa penjajahan, organisasi NU turut membantu berjuang demi Indonesia merdeka. NU berdiri untuk kebangkitan kesadaran bernegara dan beragama untuk menjawab kepentingan nasional dan Islam.

KH Hasyim Asy’ari mencetuskan resolusi jihad. Dasarnya karena Indonesia saat itu belum sepenuhnya merdeka meski telah memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Belanda kembali ingin merebut wilayah Indonesia.

Resolusi jihad hasil dari perenungan dan penghayatan nilai-nilai Islam kebangsaan. Resolusi jihad bentuk perjuangan melawan penjajah pada satu itu.

Sumber: liputan6.com

Tags: KH Hasyim Asy’ariPahlawan NasionalPendiri NU
ShareTweet
Next Post
Bupati Madina Minta Jajarannya Kompak untuk Meraih Opini WTP dari BPK

Bupati Madina Minta Jajarannya Kompak untuk Meraih Opini WTP dari BPK

Discussion about this post

Recommended

Akses Logistik Terputus, Bupati Madina Minta Alat Berat dan Perahu Karet ke Menko PMK

Akses Logistik Terputus, Bupati Madina Minta Alat Berat dan Perahu Karet ke Menko PMK

5 bulan ago
Dampak Corona, IMA KAMUS Madina Berikan Bantuan kepada Keluarga Ponpes Musthafawiyah

Dampak Corona, IMA KAMUS Madina Berikan Bantuan kepada Keluarga Ponpes Musthafawiyah

6 tahun ago

Popular News

  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Penambang Tewas di Tor Sihayo, Kades Bantah Terlibat Evakuasi Jenazah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025