• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Jurusan Tata Busana SMKN 2 Kotanopan Madina Diprediksi Berkembang

by Roy Adam
Jumat, 17 Januari 2020
0 0
0
Foto: Kepala Sekolah dan Guru SMKN 2 Kotanopan

Kotanopan, StArtNews-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal merupakan satu-satunya SMK yang mempunyai jurusan Tata Busana atau Busana Batik.

SMK Negri 2 Kotanopan ini berdiri tahun 2004 silam dengan jumlah siswa saat ini 290 siswa. Sekolah ini mempunyai dua jurusan yakni jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan Tata Busana.

Jurusan Tata Busana diprediksi akan berkembang dan menjadi jurusan favorit di SMKN 2 Kotanopan karena prasarana yang terbilang lengkap. Untuk saat ini saja jurusan ini sudah mempunyai alat mesin jahit industri (modern) yang merupakan bantuan pemerintah pusat.

Kepala SMKN 2 Kotanopan, Drs. Sabarudin Ahmad mengakui mesin industri ini sudah lama mereka impikan. Ada 24 mesin industri yang baru dari pemerintah pusat guna menambah semangat siswa belajar dalam menakar busana dan memudahkan siswa dalam belajar.

“Di sekolah SMKN 2 Kotanopan memang hanya mempunyai dua jurusan yaitu Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan Tata Busana. Kedua jurusan sudah ada sejak sekolah ini berdiri. Pada awal berdiri kepala sekolahnya Pak Husin Harahap kemudian digantikan oleh bapak Abdurrahman Siregar yang pensiun dan pada tahun 2011, saya menjadi kepala sekolahnya hinnga saat ini,” ujarnya Kamis (16/01).

Sabar melanjutkan saat pertama kali ia ditugaskan di SMKN 2 Kotanopan, jurusan tata busana masih menggunakan mesin jahit manual. Namun, setelah diusahakan pada tahun 2019 sekolah ini mendapat bantuan mesin industri untuk menjahit sebanyak 24 unit dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tidak hanya perempuan saja yang belajar di jurusan tata busana. SMKN 2 Kotanopan juga menerima pelajar dari kalangan laki-laki untuk jurusan Tata Busana.

“Memang benar saat ini siswa jurusan Tata Busana didominasi oleh putri dan itu tergantung peminatnya. Waktu itu di jurusan tata busana ini masih ada dari pelajar cowok. Namun untuk tiga tahun terakhir ini siswa laki-laki memang tidak ada lagi, ungkapnya.

Lebih lanjut sabar mengatakan, seharusnya urusan jahit-menjahit ini bukan hanya dilakukan oleh putri saja karena di jurusan ini ada juga materi untuk mendesain baju pria.

Foto: Siswa SMKN 2 Kotanopan Sedang Belajar Menjahit

Sabar berharap para alumni dari jurusan Tata Busana di SMKN 2 Kotanopan ini yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa mandiri dengan mengembangkan ilmu yang didapat selama di sekolah. Meski belum bisa membuka usaha besar setidaknya bisa mencukupi kebutuhan mereka sendiri.

“Meski demikian, secara luas kami selalu mengajak siswa yang lulus itu membuat kelompok maksimal 20 orang untuk mendirikan sebuah konveksi dan kami dari pihak sekolah akan membantu kegiatan mereka nanti. Selain belajar, siswa di sini sudah punya penghasilan, seperti menjelang lebaran pesanan dari luar tetap ada untuk membuat busana muslim bahkan ada dari desa untuk membuat baju PKK,” jelas Sabarudin Ahmad

Siswa yang belajar di jurusan Tata Busana di sekolah SMKN 2 Kotanopan dibimbing oleh guru pembina. Siswa akan diajarkan mulai dari cara menggambar atau mendesain, mengenal dan mempelajari jenis bahan atau tekstil, mengukur, membuat pola, memotong, menjahit, serta menghias sampai finishing.

Kepala Bengkel ruangan Tata Busana SMKN 2 Kotanopan Khodijah menyampaikan, untuk pemubuatan umbul-umbul misalnya, pertama siswa diajarkan untuk pemotongan sesuai dengan pola setelah dilakukan pemotongan masuk ke tahap pembersih pinggiran kain kemudian pindah ke mesin ofras yang funsinnya bisa meyatukan dua helai kain yang digunakan.

“Jadi untuk kain yang digunakan itu ada tahapan proses, yang pertama pengguntingan kemudian menyatukan kain dan membersihkan pinggiran kain baru masuk ke tahap penyetrikaan. Di sini siswa belajar semua tahapan untuk pembuatan busana. Namun ada perbedaan untuk mesin industri yang baru ini hanya dioperasikan untuk kelas 2 dan 3, sementara untuk kelas 1 kita menggunakan mesin manual atau yang lama,” ujarnya.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Hanapi Lubis

Tags: industriSMKSMK KotanopanSMK KotanopanTata Busana
ShareTweet
Next Post

Camat Panyabungan Akui Ada Kesalahan Pembongkaran Kantor Kepala Desa

Discussion about this post

Recommended

Polres Madina Gagalkan Peredaran 84,41 Gram Ganja dan 45,02 Gram Sabu

Polres Madina Gagalkan Peredaran 84,41 Gram Ganja dan 45,02 Gram Sabu

3 bulan ago
Kiprah Kentung di Dunia Narkoba Berakhir di Kelurahan Sipolupolu

Kiprah Kentung di Dunia Narkoba Berakhir di Kelurahan Sipolupolu

9 bulan ago

Popular News

  • Pelantikan 3.990 PPPK Paruh Waktu Pemkab Madina Diadakan Secara Hybrid Kamis Lusa

    Pelantikan 3.990 PPPK Paruh Waktu Pemkab Madina Diadakan Secara Hybrid Kamis Lusa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Sumut Resmikan Rute Penerbangan Wings Air Pinangsori–Pekanbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkait Integritas, Bupati Madina Ultimatum 3.990 PPPK Paruh Waktu yang Baru Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebelas Akademisi Berebut Kursi Ketua STAIN Madina Periode 2026-2030, Ini Nama-namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Khusus di Sumut, Ini Harga BBM Nonsubsidi per 1 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025