Jakarta, StartNews Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) kembali menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Selasa (23/11/2021). Dalam aksinya, merekamenuntut agar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak melakukan intervensi menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 yang akan diselenggarakan di Lampung.
Mahasiswa juga menuding adanya penyalahgunaan anggaran yang dilakukan menjelang Muktamar NU ke-34 untuk pemenangan kakak kandungnya yang sebagai calon ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, dengan bukti-bukti yang ada menunggangi program moderasi beragama.
Mereka menduga ada upaya melakukan sabotase dalam Muktamar NU tersebut. Mahasiswa jugameminta kepada beberapa oknum agar tidak memecah-belah NU dengan pernyataan keberlangsungan acara Mukhtamar NU, padahal bukan panitia atau pengurus PBNU.
Bukti bahwa Kementerian Agama dengan berbagai macam hal yang telah dilakukan, seperti mem-booking tujuhhotel di Lampung mengatasnamakan Kemenag, melakukan agenda terselubung atas nama kegiatan dialog kerukunan internal umat beragama di Hotel Aria Barito,tudingKoordinator Aksi IMANU Rosi di Jakarta, seperti dilansir RRI.co.id,Selasa (23/11/2021).
Dia juga mengklaim hal ini sudah menjadi bukti kuat sebagai dasar untuk reshuffle. Selain itu, Kemenag dituduhtelah melakukan intervensi struktural kepada rektor maupun Kanwil untuk membantu pemenangan calon.
Selama pandemi, Kementerian Agama juga ditudingbanyak menjalankan program yang terindikasi korupsi dan tidak diselesaikan.
“Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa ASN di tingkat instansi pemerintah manapun harus bersikap netral, bahwa ASN harus bersikap netral dalam berpolitik. Setiap ASN tidak boleh berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun, serta tidak boleh ikut berkampanye dengan menggunakan fasilitas negara,” ujarnya.
Sumber: RRI





Discussion about this post