Isak tangis Rina pecah mengingat pesan terakhir suaminya yang tewas di tambang emas ilegal Hutabargot. Kini, polisi membongkar makam korban untuk mengungkap misteri luka sayatan pada jasad almarhum.
Panyabungan, StartNews – Tim Forensik Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama penyidik Polres Mandailing Natal (Madina) melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam Muhammad Solih di Tempat Pemakaman Umum Dusun Aek Galoga, Desa Pidoli, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/6/2026). Proses autopsi ini penting bagi aparat kepolisian untuk menyelidiki penyebab pasti kematian bapak tiga anak itu yang ditemukan di lubang tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot pada Jumat (27/3/2026).
Di tepi makam, pemandangan memilukan terlihat jelas dari raut wajah Rina Puspitayanti. Sang istri tak kuasa menahan isak tangis saat menyaksikan tempat peristirahatan terakhir suaminya dibongkar.
Ingatan Rina kembali terlempar pada hari Kamis, 26 Maret 2026, yang menjadi momen komunikasi terakhirnya dengan almarhum melalui sambungan telepon seluler.
BACA JUGA: – Polda Sumut Autopsi Jenazah Pria yang Tewas di Lubang Tambang Emas Hutabargot
Kala itu, Rina menghubungi suaminya untuk menanyakan kapan suaminya akan pulang dari lokasi tambang dan kembali berkumpul bersama keluarga. Namun, harapan untuk segera bertemu sirna ketika Solih menyatakan belum bisa meninggalkan lokasi.
“Suami saya menjawab belum bisa pulang karena belum ada batu emas yang ia dapat,” kenang Rina menirukan ucapan suaminya sambil terus mengusap air mata.
Dalam percakapan singkat itu, Muhammad Solih menyebut dirinya harus segera kembali masuk ke dalam lubang galian tambang. Sebelum memutus sambungan telepon, sang suami sempat menyampaikan satu kalimat yang kini menjadi memori paling menyayat hati bagi Rina.
“Sebelum masuk lubang, dia menitip pesan, ‘doakan saya selamat dan mendapatkan hasil yang bagus’,” tutur Rina dengan suara bergetar.
Nahas, doa dan harapan tersebut berujung pada kenyataan pahit. Berselang tak lama dari percakapan itu, Rina menerima kabar duka bahwa Muhammad Solih telah mengembuskan napas terakhirnya di dalam lubang tambang emas.
Dengan perasaan hancur, Rina bersama keluarga bergegas menjemput jenazah suaminya untuk dibawa pulang dan dimakamkan secara layak.
Namun, di tengah duka yang mendalam, pihak keluarga menemukan fakta yang mengejutkan. Saat jenazah dimandikan, Rina melihat kejanggalan pada jasad suaminya yang dipenuhi luka sayatan, diduga kuat akibat tebasan benda tajam.
Kondisi fisik almarhum yang dinilai tidak wajar untuk ukuran kecelakaan kerja di dalam tambang tersebut memicu kecurigaan di benak Rina dan keluarga.
Merasa ada yang tidak beres dengan kematian orang yang dia cintai, Rina dengan tegar mengambil langkah hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Madina.
Kini, melalui proses autopsi yang tengah dijalankan oleh tim forensik, Rina dan ketiga anaknya menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian. Mereka berharap hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya dan tabir misteri di balik pesan terakhir serta kejanggalan luka pada tubuh Muhammad Solih dapat segera terungkap ke ruang publik.
Reporter: Agus Hasibuan




Discussion about this post