
KERAP terdengar kata inovasi, yang dalam organisasi KALI pertama diperkenalkan tahun 1934 oleh Schumpeter. Di nusantara, orang sering melihat inovasi sebagai sesuatu yang luar biasa. Seakan telah terbangun di benak, sebuah persepsi yang memandang inovasi sebagai sesuatu yang sulit dilakukan, hanya milik orang-orang yang sangat pintar dan berkelas, membutuhkan energi yang luar biasa, selalu berhubungan dengan komputer dan jaringan internet, merupakan produk pabrik berkapasitas tinggi, bahkan berupa robot dan lain sebagainya. Kesalahan persepsi ini membuat sikap inovatif rakyat di Nusantara ini menjadi kurang kreatif, terutama rakyat yang ada di daerah.
Kondisi ini memengaruhi pula karakter inovatif orang-orang yang berada di lembaga pemerintahan di daerah. Persepsi yang kurang baik dari orang di lembaga pemerintahan tentang inovasi, mengelilingi lingkungan organisasinya pula, sehingga dalam kenyataannya seakan daerah minim inovasi. Sehingga, penting rasanya untuk memahami dengan cermat inovasi untuk memunculkan semangat yang inovatif. Tentu ini akan berdampak luas terhadap rangsangan berpikir masyarakat menuju ke pola pikir yang senantiasa kreatif.
Stephen R. menyebut inovasi sebagai sebuah ide atau gagasan baru yang dapat diterapkan guna memprakarsai dan memperbarui sebuah produk, proses, ataupun jasa yang telah ada sebelumnya. Dia merupakan ide, objek, gagasan dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai sebuah hal baru, baik oleh seseorang atau kelompok untuk diaplikasikan. Jadi, inovasi merupakan pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru atau diperbaharui.
Inovasi muncul dengan mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan dan individu yang mengelilinginya. Seseorang yang berhasil melakukan sebuah inovasi pasti dari orang yang inovatif, yang akan membawa manfaat memudahkan kehidupan manusia dan membawa manusia ke dalam kondisi kehidupan yang lebih baik.Orang dapat menjadi inovatif bila kepercayaan diri dibangun dan dipupuk sifat haus terhadap perubahan yang lebih baik.
Untuk membantu meluruskan persepsi tentang inovasi, dengan pemahaman yang memadai dapat pula dilihat dari bentuk-bentuk inovasi, sesuai target inovasi. Berbagai bentuk tersebut seperti inovasi produk; inovasi pendidikan; inovasi pelayanan publik; inovasi teknologi; inovasi kebudayaan, inovasi proses (sistem); inovasi kesehatan dan sebagainya. Dengan demikian jelas bahwa inovasi bukan sesempit dan seheboh yang di pradugakan orang-orang di daerah selama ini.
Sebut saja sebuah ide, yang khas dan asli, dapat diterapkan dan bermanfaat sudah merupakan inovasi. Karena ciri inovasi antara lain 1) Khas yakni spesifik baik dalam ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan; 2) Orisinal sebagai sebuah karya dan buah pemikiran dengan unsur kebaruan; 3) Programnya terencana, melalui suatu proses yang tidak tergesa-gesa, dipersiapkan secara matang; 4) Memiliki tujuan, sebagai arah yang ingin dicapai dengan memilki strategi pencapaian.
Beranjak dari pendekatan ini, diyakini banyak orang di daerah yang telah melakukan inovasi, bahkan mungkin sampai ke pelosok pedesaan. Orang-orang kreatif dengan berbagai karyanya dalam keseharian untuk menata kehidupannya bisa saja tanpa sadar telah melakukan inovasi. Demikian pula berbagai komunitas, kelambagaan baik formal maupun informal telah melakukannya dan telah memberi manfaat bagi dirinya bahkan orang lain, setidaknya lingkungan rumah tangganya.
Sebut saja Naposo Nauli Bulung (NNB)/Karang Taruna di Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, yang menyebut diri mereka sebagai NNB Sibulus-Bulus Sirumbuk-Rumbuk. Dengan sebuah ide telah membuat aturan di desanya yang melarang mengonsumsi dan menjual narkotika serta praktik perjudian yang apabila didapati oleh NNB terjadi pelanggaran, maka diberlakukan sanksi sosial terhadap pelanggar. Aturan ini merupakan inovasi NNB, karena memenuhi keempat syarat di atas, yakni khas, orisinal, terencana dan tujuannya jelas serta bermanfaat.
Bahkan otuk sebagai alat menakut-nakuti hama seperti burung yang biasa ditemukan di sawah di daerah Mandailing Julu bila dicermati saat ini dapat menjadi sebauh inovasi. Buktinya, otuk tersebut memenuhi kriteria inovasi, yakni khas, orisinal, terencana dan tujuannya jelas serta bermanfaat. Dengan demikian, benar-benar diyakini penting meluruskan persepsi masyarakat dalam memahami inovasi. Tujuannya agar upaya kebangkitan pola pikir yang ingin selalu berubah untuk lebih maju kedepan muncul pada tiap individu dalam kerangka memperbaiki kehidupannya. Karena tujuan inovasi itu sendiri berada pada lini:
1) Masa yakni untuk membantu manusia menggunakan waktu secara lebih efektif dan efisien; 2) Produk, untuk mengerjakan banyak hal dengan menghasilkan output dalam waktu yang singkat; 3) Efisiensi, yakni membantu memperbanyak output yang dihasilkan, namun tanpa biaya yang berlebihan; 4) Layanan Jasa, dimana kehidupan layanan pemerintah atau bisnis yang dengan cepat berubah seiring waktu, sehingga penting untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan agar sesuai kebutuhan zaman;
5) Kenyamanan, yakni membuat segalanya menjadi lebih mudah bagi pelanggan; 6) Kebutuhan Pelanggan, untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan manusia secara perlahan-lahan, namun pasti. Karena memiliki pengalaman yang memuaskan (customer experience) yang baik terhadap produk atau layanan memunculkan kecenderungan loyal dan kepercayaan tehadap pemerintah juga dalam layanan bisnis; 7) Pegawai dan Kompetensi, yang lebih membantu percepatan kinerja kerja sehari-hari dalam menyelesaikannya. Semakin berkembang dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki, diberengi kapasitas, mampu membuat semakin kompetitif dan hebat;
8) Keberlangsungan, dengan bekerja keras dapat menjamin keberlanjutan kehidupan di masa mendatang. Misalnya, inovasi membantu para peneliti untuk mencari pengganti bahan bakar yang dapat digunakan di masa depan; 9) Kualitas Hidup menjadi bagian terpenting dari inovasi dimana hidup menjadi lebih baik seperti, membuat desain tata kota yang ramah lingkungan dimana kehidupan manusia dan alam akan lebih seimbang di masa depan.
Beranjak dari penyederhanan pemahaman di atas, sangat jelas bahwa tiap individu penting untuk memacu diri kreatif dalam memunculkan ide baru terhadap kehidupan diri dan orang lain sehingga dapat membentuk zaman yang lebih baik dari masanya. Tentu lah hal ini yang diharapkan setiap orang. Dengan kata lain daerah juga harus segera berbenah untuk melakukan inovasi dalam menata daerah menjadai lebih baik. Kapasitas inovasi wajib di pacu pada tiap orang yang secara berjenjang sampai menjadai kumpulan inovasi pada komunitas satu negara. Maka jadilah sebuah daerah bahkan negara yang maju karena inovasi.
Sebagai pemikiran terakhir, perlu dipahami dan dimaknai bersama oleh semua lini bahwa berkomitmen terhadap inovasi membutuhkan keberanian dalam menerapkannya. Tindakan anda, kemungkinan akan menginspirasi orang lain atau orang pada tim anda atau tim lain. Sehingga akan menjumpai hari-hari dimana merasa memiliki terlalu banyak hal yang harus dilakukan, sehingga tetaplah menghidupkan prajurit batin anda dan terus berjalan, dengan inovasi yang tiada henti. (oleh M. Daud Batubara; catatan kecil dari Drump Up Laboratorium Inovasi Pemkab Madina- LAN RI, 17/05/22). ***





Discussion about this post