Laporan aktivitas Gunung Sorikmarapi menunjukkan peningkatan gempa vulkanik dalam. PVMBG mengimbau warga menjauhi radius 1,5 kilometer dari puncak.
Panyabungan, StartNews – Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Firman Syukri melaporkan Gunung Sorikmarapi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mengalami delapan kali gempa vulkanik dalam sepanjang periode pengamatan Minggu (19/4/2026).
Berdasarkan data kegempaan yang tercatat sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, aktivitas tektonik juga terpantau cukup aktif dengan rincian satu kali gempa tektonik lokal dan tujuh kali gempa tektonik jauh dengan durasi yang bervariasi.
Secara visual, gunung dengan ketinggian 2.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terpantau jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih berintensitas tipis yang mencapai ketinggian 30 hingga 40 meter di atas puncak.
Kondisi cuaca di sekitar area gunung fluktuatif antara cerah hingga hujan. Sementara suhu udara berada pada rentang 19 hingga 26 derajat Celsius dengan tiupan angin lemah hingga sedang menuju arah utara, barat daya, dan barat.
Terkait kondisi terbaru ini, Firman Syukri dalam laporannya menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat setempat maupun wisatawan agar tetap mematuhi zona aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwewenang.
“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki wilayah radius 1.500 meter dari pusat kawah utama atau puncak Gunung Sorikmarapi,” tulis Firman Syukri dalam laporannya.
Selain area puncak, petugas juga memberikan peringatan khusus mengenai bahaya kawah-kawah sekunder lainnya yang tersebar di wilayah tersebut. Warga dilarang memasuki Kawah Sibangor Tonga dan Kawah Sibangor Julu guna menghindari risiko semburan lumpur atau paparan gas beracun yang dapat muncul sewaktu-waktu tanpa peringatan awal.
Pemerintah daerah diminta meningkatkan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau langsung menghubungi Pos Pengamatan di Desa Sibangor Tonga.
Reporter: Sir





Discussion about this post