• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Harimau Sumatera Dipulangkan ke Habitatnya Pakai Helikopter Militer

SUMATERA BARAT

by Redaksi
Senin, 7 November 2022
0 0
0
Harimau Sumatera Dipulangkan ke Habitatnya Pakai Helikopter Militer

FOTO: HUMAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN.

ADVERTISEMENT

Solok, StartNews Seeokor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali dilepas-liarkan ke habitat aslinya. Kali ini Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) bersama instansi terkait lainnya melepaskan seekor hewan yang dilindungi itu ke kawasan konservasi di Kanbupaten Solok, Sumbar.

Saat pelepas-liaran harimau berjenis kelamin betina bernama ‘Putri Singgulung itu, BKSDA Sumbar dibantu Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik (KKHSDG), Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD), Komando Operasi Udara I Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Yayasan Sintas Indonesia, dan Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas.

Putri Singgulung dipulangkan ke habitatnya menggunakan helikopter militer. Pelepasliaran ini merupakan kali kedua dilakukan untuk Putri Singgulung. Sebelumnya pada 27 November 2020, kini Putri Singgulung telah dinyatakan dapat beradaptasi di habitat barunya sejak 30 Oktober 2022, kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono.

Putri Singgulung merupakan harimau sumatera yang diselamatkan bersama saudaranya yang diberi nama Putra Singgulung di Kabupaten Solok, Sumbar, pada Juni 2020. Saat itu, Putri Singgulung diperkirakan baru berusia delapan bulan dan kemudian dititipkan untuk direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD)-Yayasan ARSARI Djojohadikusumo selama empat bulan pertama, yaitu periode Juni sampai Oktober 2020.

Ardi Andono mengatakan pelepasliaran satwa dilakukan sesuai dengan prosedur, yakni dengan menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak menimbulkan dampak negatif pada satwa, habitat, dan masyarakat sekitar.

Tim dibentuk untuk melakukan pemodelan spasial ekologi dan ground check kelayakan lokasi rilis bersama Yayasan Sintas Indonesia dan Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas.

Kawasan pelepasliaran sekarang ini dinyatakan memenuhi kriteria sebagai lokasi pelepasliaran harimau sumatera. Tugas penting yang perlu dilakukan adalah pemantauan dan monitoring pasca pelepasliaran untuk memastikan Putri Singgulung aman dan nyaman di rumah barunya, jelasnya.

Secara terpisah, Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Bambang Hendroyono menyatakan pemerintah bersama para pihak terus berupaya mencegah dan menanggulangi konflik yang terjadi antara manusia dan satwa liar.

Ketika konflik terjadi, kata dia, satwa liar sering menjadi korban, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat yang berada di sekitar habitat harimau bahwa apabila daerahnya merupakan area rawan konflik, maka segera laporkan ke BKSDA setempat agar mendapatkan arahan terkait upaya mitigasi dan penanganan konflik satwa liar.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan ARSARI yang dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo dan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertahanan RI, atas kerja sama yang baik dalam pelepasliaran Putri Singgulung. Kami berharap catatan dari proses rehabilitasi dan pelepasliaran Putri Singgulung yang berbeda dari yang lain akan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya bidang rehabilitasi harimau sumatera, kata Bambang.

Saat ini BKSDA Sumbar terus melakukan patroli di nagari (desa) yang telah diidentifikasi sebagai daerah zona merah pasca pelepasliaran ini. Putri Singgulung akhirnya dinyatakan telah beradaptasi kembali di habitatnya.

Reporter: Rls

Tags: BKSDA SumbarHarimau SumateraKementerian LHKPutri Singgulung
ShareTweet
Next Post
Hingga Oktober 2022, Hutan Adat di Indonesia Mencapai 148.488 Hektare

Hingga Oktober 2022, Hutan Adat di Indonesia Mencapai 148.488 Hektare

Discussion about this post

Recommended

Kapolres Sibolga Launching Program Polisi RW

Kapolres Sibolga Launching Program Polisi RW

3 tahun ago
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Hindari Radius 3 Km dari Kawah Aktif

Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Hindari Radius 3 Km dari Kawah Aktif

2 tahun ago

Popular News

  • Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025