Tapteng, StartNews – Sisa-sisa material lumpur masih membekas jelas di dinding rumah dan jalanan Desa Hutanabolon I serta Desa Sigotom, Kecamatan Tukka. Namun, di tengah sisa kepedihan pascabencana itu, tampak puluhan pria berseragam hitam dengan sigap mengayunkan sekop dan cangkul. Mereka bukan sedang dalam misi tempur, melainkan misi kemanusiaan untuk mengembalikan senyum warga Tapanuli Tengah (Tapteng).
Sabtu (10/1/2026) kemarin menjadi hari yang sibuk bagi personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Di bawah terik matahari, mereka turun ke lapangan untuk membantu warga memulihkan hunian dan akses lingkungan yang sempat lumpuh akibat material bencana.
Di salah satu sudut Desa Hutanabolon I, perhatian terpusat pada rumah milik Syahril Aritonang. Satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel yang dipimpin oleh Iptu Yauwardi terlihat sibuk mengeluarkan endapan lumpur pekat dari dalam ruangan.
Bagi Syahril, kehadiran para personel Brimob ini lebih dari sekadar bantuan tenaga. Ini harapan agar rumahnya bisa kembali dihuni dengan layak dan aman. Pembersihan dilakukan secara mendetail, menyisir setiap sudut ruangan hingga sisa kotoran benar-benar hilang, memastikan keluarga yang terdampak bisa segera beristirahat tanpa rasa cemas.

Tak jauh dari sana, suasana serupa terlihat di sepanjang Jalan Humala Tambunan, Desa Sigotom. Di sini, 1 SST Personel SAR Batalyon A di bawah komando Ipda Norton P. Hutabarat berjibaku dengan lumpur yang menyumbat drainase.
Material lumpur yang menutupi badan jalan dibersihkan agar kendaraan warga bisa melintas dengan aman. Selokan yang tersumbat juga dikeruk kembali guna mencegah terjadinya genangan air susulan yang berpotensi merusak infrastruktur jalan desa.
Kegiatan gotong-royong ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan manifestasi kepedulian kepolisian terhadap kesulitan rakyat. Komandan Batalyon A Pelopor Kompol Mukhtar I. Kadoli menegaskan Brimob harus selalu ada di garis depan saat masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Kami hadir untuk membantu warga memulihkan rumah dan lingkungan agar dapat kembali digunakan dengan aman. Melalui kerja bersama, kami berharap aktivitas masyarakat dapat segera berjalan normal,” ungkap Kompol Mukhtar.
Perlahan tapi pasti, warna asli aspal di Jalan Humala Tambunan mulai terlihat kembali. Lantai rumah warga pun mulai bersih dari pekatnya lumpur. Kehadiran personel Batalyon A Pelopor di Kecamatan Tukka menjadi bukti bahwa di balik seragam yang gagah, terdapat jiwa pelayan yang siap sedia meringankan beban sesama.
Reporter: Sir





Discussion about this post