Nikmati kelezatan Godok Batinta, camilan legendaris khas Nagari Kapau, Bukittinggi. Sensasi pisang goreng berbalut “tinta” gula aren yang menjadi primadona buka puasa.
Bukittinggi, StartNews – Waktu menunjukkan pukul lima sore saat aroma manis gula aren mulai menyeruak di sepanjang jalanan Bukittinggi. Di antara deretan menu berbuka puasa atau pabukoan yang menggugah selera, ada satu kudapan yang penampilannya begitu mencolok dan selalu diburu oleh warga lokal maupun para perantau yang sedang pulang kampung. Namanya Godok Batinta, sebuah permata kuliner tersembunyi yang berasal dari Nagari Kapau, sebuah desa di pinggiran kota yang selama ini lebih tersohor berkat Nasi Kapau dan Katupek Picalnya.
Secara visual, Godok Batinta mungkin terlihat sederhana namun sangat provokatif bagi lidah pecinta rasa manis. Dasar dari kudapan ini sebenarnya mirip dengan kudapan godok pada umumnya di ranah Minang, yakni adonan pisang yang dibentuk bulat-bulat kecil lalu digoreng.
Namun, yang menjadikannya istimewa adalah sentuhan akhirnya. Setelah matang, bola-bola pisang ini disiram secara royal alias “brutal” dengan karamel gula aren cair yang kental. Warna cokelat tua yang nyaris pekat menyerupai tinta hitam inilah yang kemudian membuatnya dijuluki oleh masyarakat setempat sebagai Godok Batinta.
Kehadiran Godok Batinta bukan sekadar pengganjal perut saat bedug Magrib bertalu, melainkan sebuah simbol nostalgia. Bagi banyak orang, mencicipi camilan ini adalah cara terbaik untuk merayakan momen Ramadan di kampung halaman.
Rasa manis yang mendalam dari gula aren berpadu sempurna dengan tekstur lembut adonan pisang di dalamnya, menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan. Keunikan cara menikmatinya pun menambah daya tarik tersendiri. Penikmatnya disarankan menggunakan sendok agar bisa menyeruput kuah gulanya yang melimpah hingga tetes terakhir.
Salah seorang penikmat sekaligus warga setempat, Romi Hidayat, mengungkapkan betapa kuatnya daya tarik kudapan ini bagi mereka yang memiliki ikatan batin dengan Bukittinggi. Menurut dia, Godok Batinta adalah alasan untuk selalu merindukan suasana berbuka di rumah.
Dia menuturkan, dulunya untuk mendapatkan Godok Batinta yang otentik, orang harus rela menempuh perjalanan langsung ke Nagari Kapau. Namun, seiring berjalannya waktu, popularitasnya membuat kudapan ini mulai muncul di berbagai sudut kota Bukittinggi sebagai menu wajib saat bulan puasa tiba.
Meskipun Nagari Kapau sudah memiliki nama besar dalam peta kuliner Nusantara melalui lauk-pauknya yang kaya rempah, Godok Batinta membuktikan bahwa sisi manis dari nagari ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia berdiri sejajar dengan barisan kuliner khas lainnya yang menjaga identitas budaya lokal tetap hidup.
Bagi siapapun yang sedang berada di Bukittinggi saat bulan suci, melewatkan Godok Batinta berarti melewatkan satu bagian penting dari pengalaman autentik berbuka puasa ala masyarakat Kapau yang begitu memanjakan lidah.
Reporter: Romi Hidayat





Discussion about this post