BAH…! Kalau klen tengok berita pagi ini, agak sejuk sikit hati kita nengok orang di Mandailing Natal ini. Awak bacalah tadi sambil nyeruput kopi pancung ini, rupanya Pemkab Madina lagi gaspol mau nyelamatkan sawah petani di Desa Tangga Bosi III.
Gak main-main wak, targetnya akhir Mei ini harus beres semua itu urusan optimasi lahan sama irigasi. Kalau kata orang Medan, “Gak pakai lama, langsung bungkus!”
Tengoklah itu Wakil Bupati kita, Bu Atika Azmi, hari Rabu (6/5/2026) kemarin turun langsung dia ke lapangan. Bukan cuma datang pakai baju dinas terus foto-foto cantik ya, tapi betul-betul diceknya itu sisa-sisa banjir hidrometeorologi yang bikin pening kepala petani.
Bayangkanlah, 25 hektare sawah ketimbun pasir. Kalau kita yang nyangkul sendiri mau sampai tahun depan pun gak siap itu. Tapi, ini pemerintah langsung turun tangan bawa alat, dikorek semua sedimentasi pasir itu biar air bisa masuk lagi ke sawah.
Yang bikin awak salut dan agak geli-geli sedap nengoknya, otaknya orang Pemkab ini encer juga. Itu pasir hasil kerukan gak dibuang jauh-jauh macam membuang mantan, tapi malah disusun buat ngebangun tanggul.
Jadi, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui lah. Irigasi lancar, tanggul makin kokoh, ongkos angkut pun jadi murah karena gak perlu sewa truk jauh-jauh buat buang pasir. Istilahnya, kreatif di tengah kejepit, paten kali kan?
Tapi, yang paling bikin hati petani tenang itu bukan cuma soal tanah yang bersih, tapi soal “modal tempur” buat musim tanam kedua nanti.
Bu Atika sudah bilang, petani gak usah pusing tujuh keliling mikirkan duit beli bibit. Nanti kalau lahan sudah bersih, pemerintah kasih bibit padi gratis. Macam dapat durian runtuh lah itu petani kita, udah sawahnya diperbaiki, dikasih modal bibit pula. Macam manalah gak senang hati orang itu, ya kan?
Gak berhenti di situ aja wak, urusan jalan sama jembatan yang hancur pun rupanya sudah dicatat sama Kementerian PUPR. Jadi, kedepannya akses orang itu bawa hasil panen gak perlu lagi lewat jalan tikus yang beceknya minta ampun.
Pokoknya kalau tengok gaya kerja gercep macam ini, kita sebagai rakyat pun sor nengoknya. Gitu lah harusnya, kalau ada musibah, pemerintah hadir bukan cuma kasih janji manis macam air tebu, tapi langsung kasih solusi nyata yang bikin dapur petani tetap ngebul.
Mantap lah Pemkab Madina, lanjutkan terus yang kek gini! (*)




Discussion about this post