• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Gandeng UMA, Pemkab Madina Dorong Pisang Kepok Jadi Komoditas Unggulan

by Redaksi
Selasa, 28 April 2026
0 0
0
Gandeng UMA, Pemkab Madina Dorong Pisang Kepok Jadi Komoditas Unggulan

Pemkab Madina dan Universitas Medan Area menandatangani nota kesepahaman pengembangan komoditas pisang kepok di Aula Kantor Bupati, Panyabungan, Selasa (28/4/2026). (FOTO: STARTNEWS/FADLI MUSTAFID)

ADVERTISEMENT

Pemkab Madina menjalin kerja sama dengan Universitas Medan Area (UMA) untuk mengembangkan potensi pisang kepok dari hulu hingga hilir demi kesejahteraan petani.

Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Universitas Medan Area (UMA) untuk mendorong pengembangan komoditas pisang kepok sebagai produk hortikultura unggulan daerah.

Prosesi penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Bupati Madina H. Saipullah Nasution bersama Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retno Astuti di Aula Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (28/4/2026).

Langkah tersebut sebagai upaya pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi sumber daya alam Madina yang selama ini dinilai belum terkelola secara optimal.

Saipullah mengatakan kondisi tanah Madina yang subur memberikan peluang besar bagi pisang kepok untuk bersanding dengan komoditas lain seperti kopi arabika dan aren.

Dia juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam sektor pertanian. Petani tidak boleh lagi dibiarkan bekerja tanpa arah dan perencanaan yang matang.

“Pisang kepok ini sebenarnya sudah menjadi primadona, namun belum dikelola maksimal dari hulu hingga hilir. Sudah terlalu lama petani kita dipaksa menyerah pada keadaan. Menanam tanpa perencanaan, memanen tanpa kepastian harga. Ini harus kita ubah,” kata Saipullah dalam sambutannya.

Melalui kolaborasi dengan akademisi, Pemkab Madina menargetkan penguatan di sektor hilirisasi agar hasil panen memiliki nilai tambah. Nantinya, pisang kepok tidak hanya dijual dalam bentuk buah mentah, tetapi akan diolah menjadi berbagai produk turunan seperti tepung, keripik, sale, hingga pakan ternak.

Selain itu, kerja sama ini mencakup penerapan teknologi pertanian presisi melalui program sekolah lapang dan pembuatan demplot untuk mengatasi kendala teknis, termasuk pencegahan penyakit darah bakteri pada tanaman pisang.

Sektor Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi fokus utama dalam kesepakatan ini, yang nantinya dibuka peluang beasiswa, program magang, serta riset mahasiswa di desa-desa. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi petani milenial dan wirausaha muda yang kompeten dalam mengelola industri berbasis pisang kepok.

Dari sisi regulasi dan pemasaran, Pemkab Madina berkomitmen memfasilitasi inkubasi UMKM agar produk olahan memiliki izin edar, sertifikasi halal, dan dapat menembus pasar e-katalog.

Direktur Pascasarjana UMA Prof. Dr. Ir. Retno Astuti menyambut baik kemitraan ini sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dia menjelaskan langkah awal yang akan diambil adalah pembangunan proyek percontohan atau pilot project kawasan agro berbasis pisang kepok yang mengintegrasikan aspek pendidikan dan penelitian.

“Kami akan memulai dengan pengabdian kepada masyarakat, kemudian berkembang menjadi penelitian dan kegiatan pendidikan. Ini menjadi langkah awal untuk program berkelanjutan,” ungkap Prof. Retno Astuti.

Dia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemkab Madina dalam menyediakan lokasi dan fasilitas penunjang guna memastikan keberhasilan program tersebut di lapangan.

Reporter: Fadli Mustafid

Tags: Komoditas Unggulanpemkab madinaPisang KepokUMA
ShareTweet
Next Post
Pemkab Madina Sabet Peringkat Pertama Nasional Realisasi Anggaran KB BKKBN

Pemkab Madina Sabet Peringkat Pertama Nasional Realisasi Anggaran KB BKKBN

Discussion about this post

Recommended

Perkosa Remaja di Rumah Kosong, Pria Paruh Baya Ini Ditangkap Polisi

Perkosa Remaja di Rumah Kosong, Pria Paruh Baya Ini Ditangkap Polisi

2 bulan ago
Kejari Binjai Tahan Suko Hartono, Perantara Kontrak Proyek Fiktif Dinas Ketapangtan

Kejari Binjai Tahan Suko Hartono, Perantara Kontrak Proyek Fiktif Dinas Ketapangtan

2 bulan ago

Popular News

  • Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN

    Kejagung Tangkap Tiga Mantan Petinggi BGN, Satu Sempat Buron ke Jawa Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Misteri Urine Jernih di Malam Minggu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Dikabarkan Kembali Rotasi Tiga Kepala Dinas Sore Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026