• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Elegi Buruh Batu Bata di Desa Jambur Saat Harga Beras Melambung

by Redaksi
Jumat, 29 September 2023
0 0
0
Elegi Buruh Batu Bata di Desa Jambur Saat Harga Beras Melambung

Setia bersama suaminya mengeluhkan upahnya sebagai buruh pembuat batu bata tidak sebanding dengan kenaikan harga beras saat ini. (FOTO: STARTNEWS/AGUS HASIBUAN)

ADVERTISEMENT

Panyabungan, StartNews Hidup lagi capek-capeknya, eh… harga beras malah naik terus. Ujaran yang lagi viral di lini massa media sosial itu boleh jadi paling dirasakan oleh Setia (25) bersama suaminya.

Pasangan suami-istri itu bekerja sebagai buruh pembuat batu bata di Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Setia mengeluhkan harga beras yang terus naik sejak 1 September 2023. Saat ini harga eceran tertinggi (HET) beras mencapai Rp11.500 per kilogram. Sementara Setia dan suaminya hanya mendapat upah 200 rupiah per satu biji batu bata yang mereka buat.

Menurut Setia, penghasilannya dengan suaminya tidak tetap, karena order membuat batu bata tidak rutin setiap hari. Namun, saat ada permintaan, mereka mendapat upah Rp80 ribu sampai Rp120 ribu setiap kerja.

Akibatnya, pasangan ini harus mengirit uang dari hasil pekerjaan mengolah tanah merah menjadi batu bata ini agar cukup membiayai kebutuhan hidup keluarganya.

Setia mengaku dia dan suaminya sudah dua tahun bekerja sebagai buruh pembuat batu bata. Penghasilannya dari pekerjaan itu jauh lebih sedikit dibanding biaya hidup yang mereka tanggung di tengah-tengah kenaikan berbagai bahan pokok saat ini.

Setia mengaku keluarganya belum pernah menerima bantuan dari pemerintah meskipun kondisi ekonominya berada di bawah garis kemiskinan. Mereka juga belum terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami tidak mengenal siapa pengurus PKH di daerah ini. Bagaimana caranya biar kami bisa jadi peserta yang mendapat bantuan PKH, katanya.

Tolong dulu kami, Pak, biar bisa kami ikut anggota PKH itu, imbuhnya.

Reporter: Agus Hasibuan

Tags: Batu BataBuruhDesa JamburHarga Beras
ShareTweet
Next Post
Pemkab Madina akan Terus Tingkatkan Fasilitas Kesehatan

Pemkab Madina akan Terus Tingkatkan Fasilitas Kesehatan

Discussion about this post

Recommended

Fitri Anni dan Tim MAN 1 Madina Raih Juara 1 Gempita Bahasa 2025

Fitri Anni dan Tim MAN 1 Madina Raih Juara 1 Gempita Bahasa 2025

10 bulan ago
BEM Madina Tolak Revisi UU TNI, Jangan Kembalikan Dwifungsi Militer..!

BEM Madina Tolak Revisi UU TNI, Jangan Kembalikan Dwifungsi Militer..!

1 tahun ago

Popular News

  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantah Berita Setoran Pengamanan, Kejari Madina Lapor ke Dewan Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026