• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Edy Rahmayadi Sebut Bawang Merah-Bawang Putih Penyumbang Inflasi

by Redaksi
Kamis, 29 September 2022
0 0
0
Edy Rahmayadi Sebut Bawang Merah-Bawang Putih Penyumbang Inflasi

FOTO: DISKOMINFO SUMUT.

ADVERTISEMENT

Tapteng, StartNews Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan pemerintah desa merupakan ujung tombak menekan inflasi di Sumut. Bawang merah, bawang putih dan cabai merah merupakan komoditas terbesar penyumbang inflasi. Itu sebabnya, dia minta komoditas itu ditanam di setiap pekarangan rumah atau lahan yang ada di desa.

Edy Rahmayadi menyampaikan hal itu saat memberi arahan pada acara Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Gedung Olah Raga Pandan, Tapteng, Selasa (27/9/2022).

“Saya minta kepala desa dan seluruh guru di Tapteng untuk memulai menanam bahan pokok ini, baik di pekarangan rumah masing-masing dan juga di lahan pertanian. Kemudian untuk guru saya meminta untuk mengajarkan pada anak didik cara menam cabai dan lainnya, dan jadikan hal itu sebagai pekerjaan rumah,” katanya.

Kegiatan itu dihadiri Pj. Bupati Tapteng Yetti Sembiring, OPD Pemprov Sumut dan Kabupaten Tapteng, Forkopimda, Camat, Kepala Desa, para guru, ASN Kabupaten Tapteng, serta sebagai narasumber Ketua Satgas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah I Maruli Tua Manurung.

Edy menjelaskan, saat ini inflasi Sumut hingga Agustus 2022 sudah mencapai 5,39%. Yang tertingi di Sibolga 6,91% dan Padangsidimpuan 6,56%, yang harus menjadi perhatian Pemda. Hal itu disebabkan persoalan cabai, bawang putih, bawang merah.

Di Tapteng, persoalan bahan pokok hampir tidak terpenuhi, berbanding terbalik dengan luas lahan yang dimiliki, cukup memadai untuk menghasilkan komoditas tersebut. Itu sebabnya, Edy Rahmayadi berharap kemandirian pangan dapat diperoleh dari desa, karena desa memiliki potensi dari alam dan SDM.

“Saya harap warga di desa tidak lagi membeli cabai, tapi dapat menjual cabai keluar,” katanya.

Reporter: Rls

Tags: bawang merahBawang PutihEdy RahmayadiInflasi
ShareTweet
Next Post
DPP IMMAN Desak Menteri ESDM Cabut Izin PT SMGP

DPP IMMAN Desak Menteri ESDM Cabut Izin PT SMGP

Discussion about this post

Recommended

VIDEO: Detik-detik Pencarian Suami-Istri Tertimbun Longsor di Angkola Barat

VIDEO: Detik-detik Pencarian Suami-Istri Tertimbun Longsor di Angkola Barat

1 tahun ago
33 Cakades di Panyabungan Timur Teken Fakta Integritas

33 Cakades di Panyabungan Timur Teken Fakta Integritas

3 tahun ago

Popular News

  • Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sopir Asal Bekasi Meninggal Dunia di Loket Bus ALS Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Percikan Api Diduga Pemicu Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, 16 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Identitas Sopir dan Kenek Bus ALS yang Kecelakaan Maut di Muratara Terungkap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025