Aliansi mahasiswa menggelar aksi patung di Kantor Bupati Madina. Uniknya, pengunjuk rasa bersikap ambivalen terhadap kepemimpinan Bupati Saipullah dan Wakil Bupati Atika.
Panyabungan, StartNews – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi simbolik di halaman parkir Kantor Bupati Madina, Senin (15/6/2026).
Tidak seperti demonstrasi pada umumnya, massa aksi tidak menggelar orasi. Mereka hanya meletakkan tiga patung serta memasang sejumlah spanduk berisi kritik terhadap kebijakan Pemkab Madina.
Meski berlangsung sederhana, aksi tersebut membawa tuntutan yang cukup serius. Dalam pernyataan sikap yang dibagikan kepada publik, AMP2K mempertanyakan komitmen Pemkab Madina dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Pengunjuk rasa juga mengkritik kepemimpinan Bupati Madina Saipullah Nasution yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam upaya pemberantasan korupsi.
Mereka juga mendesak aparat penegak hukum mengaudit dan menyelidiki penggunaan dana hibah pemerintah daerah pada sejumlah lembaga, termasuk Tim Penggerak PKK, PAUD, dan Dekranasda Kabupaten Madina.
Menariknya, di tengah kritik yang dilontarkan kepada Bupati Madina dan sejumlah lembaga di lingkungan pemerintah daerah, AMP2K justru mengapresiasi Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution.
Dalam pernyataan sikapnya, AMP2K menyebut Atika sebagai sosok yang lebih amanah, profesional, kapabel, progresif, dan visioner dalam mendorong pembenahan tata kelola pemerintahan serta pembangunan daerah menuju kesejahteraan masyarakat Madina.
Reporter: Fadli Mustafid




Discussion about this post