Panyabungan, StartNews Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution meninjau lokasi semburan lumpur panas di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Madina, Minggu (27/4/2025). Dia menyebut tim dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE)Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meninjau lokasi ini guna meneliti penyebab fenomena alam ini.
“Senin pagi kita akan berkirim surat ke Ditjen EBTKE.Tadi saya sudah dapat informasi, rencananya tim akan turun pada hari Selasa atau Rabu depan untuk melakukan penelitian secara menyeluruh,” kata Saipullah di lokasi semburan lumpur panas di Desa Roburan Dolok.
Saat peninjauan, Saipulah mengatakan di lokasi memang ditemukan sumur-sumur kecil yang mengeluarkan air panas dan berasap.
Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, kata Saipullah, semburan lumpur panas itu sebenarnya sudah lama ada. Bahkan tadi saya sempat berbincang dengan salah satu pemilik lahan yang berbatasan dengan Well Pad E,dia bilang di akhir 2017 sudah muncul asap maupun air kecil-kecil, katanya.
Berdasarkan informasi itu, Saipullah berdiskusi dengan Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP Ali Sahid bahwa memang terdapat jalur yang kapan saja bisa timbul dan memunculkan lubang-lubang yang mengeluarkan air disertai asap.
Meski demikian, Saipullah mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, khususnya saat berada di sekitar titik air panas yang menjadi pusat semburan.
“Tetap harus berhati-hati kalau menggunakan ataupun mendekati titik-titik air yang mengeluarkan panas,” kata Saipullah.
Sementara Kepala Tekni Panas Bumi PT SMGP Ali Sahid menyebutkan semburan lumpur panas yang meresahkan masyarakat itu tidak berkaitan dengan aktivitas perusahaan. “Satu hal yang pasti adalah berita yang beredar di masyarakat, lokasinya bukan di Well Pad E,” katanya.
Meskipun sumur Pad E ditutup kembali, kata Ali, lubang-lubang baru yang mengeluarkan hawa panas atau air panas akan tetap terjadi, karena hal ini lumrah di sekitar lokasi yang berpotensi panas bumi.
“Itu adalah proses alamiah yang terjadi di daerah sekitar panas bumi dimana banyak patahan-patahan, dua tempat yang sudah dicek tadi, itu memang daerah patahan,” katanya.
Meski demikian, dia menyambut baik kedatangan tim dari Ditjen EBTKE, sehingga ada keterangan yang menyeluruh. “Mudah-mudahan bisa menegasikan isu-isu negatif yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Reporter: Fadli Mustafid





Discussion about this post