Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memberikan peringatan keras kepada jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait efisiensi pelaksanaan program kerja tahun 2026. Bobby menegaskan akan menghentikan atau memberi catatan khusus bagi proyek yang proses tendernya tidak tuntas hingga pertengahan tahun.
Bobby menegaskan hal itu saat memberikan arahan usai pelantikan pejabat eselon II di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (2/1/2026).
“Maksimal 5 atau 6 bulan (proses tender). Karena kalau kerja di bulan 8 atau 9 sudah masuk musim hujan, pekerjaan bisa tidak selesai atau hasilnya buruk. Kalau bulan 5-6 belum tender, kasih bintang saja langsung,” tegas Bobby di hadapan para pejabat OPD.
Langkah tegas ini diambil guna menghindari penumpukan proyek di akhir tahun yang sering berdampak pada rendahnya kualitas infrastruktur akibat kendala cuaca. Bobby meminta jajaran ASN untuk melakukan percepatan, terutama pada program-program strategis yang membutuhkan waktu pengerjaan lama.
Selain masalah teknis proyek, dia juga menyoroti pentingnya kecepatan dalam pemulihan pascabencana yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar Sumut pada tahun 2026. Dia meminta makna ‘kolaborasi’ yang menjadi tagline Sumut tidak hanya sekadar formalitas bekerja bersama, melainkan harus menghasilkan ketepatan dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Tahun 2026 banyak PR yang harus kita selesaikan, termasuk penyelesaian pascabencana. Saya minta tolong memaknai kolaborasi itu adalah kecepatan dan ketepatan,” tambahnya.
Acara pelantikan itu dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Armand Effendy Pohan, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut.
Reporter: Sir





Discussion about this post