• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Banjir Siulangaling Terparah Tahun Ini Diduga Akibat PETI di Aek Sininjon

by Redaksi
Rabu, 3 Desember 2025
0 0
0
Warga Siulangaling Khawatir Banjir Lebih Dahsyat Akibat PETI di Hulu Sungai

Aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan ekskavator di hulu sungai kawasan Sininjon. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

MBG, StartNews – Bencana banjir yang melanda empat desa di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun ini dikabarkan menjadi yang paling parah. Hal ini dipicu oleh dugaan aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan alat berat (excavator) di Aek Sininjon.

Menurut sumber media ini, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) tersebut telah berlangsung bebas selama enam bulan terakhir, sehingga menyebabkan kerusakan parah pada hutan dan aliran sungai.

“Banjir tahun ini paling parah, Bang. Itu terjadi setelah adanya aktivitas penambangan emas pakai alat berat. Hutan digunduli, aliran sungai rusak, sehingga air masuk tanpa ada lagi penghalangnya,” kata sumber itu kepada wartawan, Selasa (3/12/2025).

Banjir parah kali ini dilaporkan berlangsung selama sepekan lebih dan merusak rumah warga serta puluhan hektare lahan pertanian, yang mengancam stok pangan warga Sulangaling karena terjadi gagal panen.

Sebelum adanya aktivitas tambang di Aek Sininjon, banjir di wilayah tersebut biasanya hanya berlangsung dua hari dan segera surut. Bahkan, ketinggian air kali ini mencapai 4 meter di permukiman warga.

Sumber itu juga menyebutkan aktivitas tambang ilegal itu melibatkan empat unit alat berat yang masih berada di Aek Sininjon. Pemilik alat berat tersebut diidentifikasi sebagai oknum berinisial AF dan A yang tinggal di Lubuk Kapundung II dan Ranto Panjang.

Selain itu, ada juga dugaan keterlibatan oknum kepala desa dan perangkat desa di empat desa tersebut. Hal ini dikuatkan dengan adanya pembagian uang hasil tambang bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per kepala keluarga (KK) setiap kali ada setoran.

Banjir parah akibat luapan muara Sungai Batang Gadis ini juga menghantam desa-desa lain di sekitarnya, termasuk Desa Singkuang I, Trans Singkuang, Singkuang II, dan Batu Mundom.

Reporter: Agus Hasibuan

Tags: Aek SininjonBanjirPETISiulangalingTerparah
ShareTweet
Next Post
Suplai BBM Mulai Masuk, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Panyabungan

Suplai BBM Mulai Masuk, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Panyabungan

Discussion about this post

Recommended

Kapolsek Kotanopan Imbau Warga Mandailing Julu Waspadai Kebakaran

Ini Upaya Pemkab Madina Mengatasi Kebakaran yang Sering Terjadi

2 tahun ago

Pengakuan Mantas Kades Terkait Perobohan Kantor Desa Gunung Tua Jae

6 tahun ago

Popular News

  • Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Salat Idul Fitri Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Nama-nama Pemenang Lomba Berkah Ramadhan Padangsidimpuan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasmada 91 Salurkan Santunan Lebaran untuk 41 Anak Yatim Comeben

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025