Panyabungan, StartNews Apa kira-kira yang dibicarakan tiga Srikandi Golkar ketika sarapan pagi bersama di salah satu tempat makan elite di Kelurahan Dalanlidang, Kecamatan Panyabungan, Madina?
Rupanya, tema pembicaraan mereka tak jauh-jauh dari isu kaumnya sendiri dan eksistensi mereka di kancah politik.
Seperti perjumpaan sarapan pagi anggota Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DPP Partai Golkar Fitri Krisnawati Tanjung dengan Wakil Bupati Madina Atika Azmi dan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Madina Zubaidah Nasution pada Jumat (29/9/2023).
Ketiganya duduk satu meja tanpa orang lain. Sesekali terlihat para perempuan yang menggeluti dunia politik ini tertawa lepas. Banyak isu yang menjadi perbincangan.
Salah satu isu yang menjadi fokus perbincangan mereka adalah pentingnya keikutsertaan perempuan dalam partai politik. Banyak isu yang tidak bisa diselesaikan laki-laki ketika itu berhubungan dengan hak-hak perempuan.
Isu pendidikan menjadi topik lain yang diperbincangkan tiga kader Golkar ini. Mereka sepakat perempuan harus menerima pendidikan yang baik untuk mengangkat derajat keluarga, termasuk perbaikan ekonomi dan kelangsungan masa depan anak-anak.
Perempuan harus berpendidikan tinggi bukan untuk bersaing dengan laki-laki, tapi untuk menjamin dia mengetahui hak-haknya sehingga tidak direndahkan, kata Fitri yang diamini kedua perempuan di sebelahnya.
Sementara wabup Madina mengaku serius menggeluti politik, hal itu dibuktikan dengan bergabungnya dia dengan Partai Golkar. Saya serius dan siap turun ke bawah mendampingi rekan-rekan yang berjuang untuk pileg nanti, katanya.
Wabup Madina sepakat dengan pentingnya keberadaan perempuan dalam jabatan-jabatan publik, baik itu di eksekutif maupun legislatif. Tanggung jawab perempuan sebenarnya lebih besar, terangnya.
Senada dengan itu, anggota DPRD Madina Zubaidah Nasution menilai perempuan seharusnya mendapat ruang lebih di dunia politik. Perempuan itu harus bisa menjadi ibu rumah tangga, pendidik sembari menjalani profesinya serta memperjuangkan hak-haknya, jelasnya.
Isu perempuan belakangan menjadi isu menarik karena masih banyak hak perempuan yang tidak terakomodasi dengan baik dalam kebijakan publik. Meski tak terang-terangan, masih bisa dilihat tindakan yang menempatkan perempuan sebagai kasta yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Reporter: Roy Adam





Discussion about this post