Jakarta, StartNews Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengungkapkan, antrean pasien Covid-19 mulai terjadi di sejumlah rumah sakit yang diminati masyarakat.
Menurut dia, antrean terjadi karena proses masuk ke ruang perawatan yang memerlukan waktu.
“Di sebagian rumah sakit yang diminati oleh masyarakat memang terjadi antrean atau ada beberapa pengaturan yang membutuhkan waktu agar orang bisa masuk ke ruang perawatan,” tutur Dwi di Jakarta, Senin (31/1/2022).
Dwi menjelaskan, total sebanyak 140 rumah sakit rujukan yang melayani pasien Covid-19 di Jakarta. Dia tak menampik bila kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Namun, dia memastikan saat ini keterisian tempat tidur ataubed occupancy rate(BOR) di rumah sakit masih kategori aman.
“Bukan baik ya, agak aman tuh meningkat kasusnya, meningkat keterisian tempat tidurnya, tapi relatif dirangekurang dari 70 persen. Berarti secara umum kita masih bisa menemukan cukup banyak rumah sakit yang punya tingkat keterisian tempat tidur yang masih longgar,” paparnya.
Di sisi lain, Dwi mengaku pihaknya terus melakukan penyesuaian dan peningkatan kapasitas rumah sakit. Mengatur pasien-pasien sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Bahkan, dia merasa kondisi yang ada saat ini seperti mengulang lonjakan kasus pada Juni 2021.
“Memang prosesnya mesti cepat, tapi mesti disadari yang tempat tidur sekarang kan sebenarnya terisi pasien bukan Covid nih. Jadi, pasien itu harus dialihkan dan diatur, dipilah untuk mana yang bisa dipulangkan, karena sudah sembuh, mana yang harus dialihkan ke rumah sakit lain. Itu bagian dari proses beriringan dengan meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit,” ucapnya.
“Jadi, ini kitadejavumengulangi proses sama di Juni 2021,” tandasnya.
Sumber: RRI





Discussion about this post