Jakarta, StartNews – Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade, mendatangi Gedung Bareskrim Polri pada Senin (12/1/2026) pagi. Kedatangannya bertujuan mendesak kepolisian segera menangkap para pelaku penambangan emas ilegal di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) yang diduga menjadi dalang di balik kasus penganiayaan warga lansia, Nenek Saudah.
Politikus Partai Gerindra ini berkoordinasi langsung dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri guna memastikan adanya penegakan hukum yang konkret terhadap praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Andre menegaskan kasus tragis yang menimpa Nenek Saudah (68) di Kabupaten Pasaman hanyalah sebagian kecil dari persoalan besar yang telah lama mengakar. Menurut dia, praktik tambang ilegal telah merambah ke berbagai wilayah di Sumatera Barat secara masif.
“Kasus Nenek Saudah di Pasaman itu adalah puncak gunung es. Penambangan emas ilegal di Sumatera Barat sangat marak dalam beberapa tahun terakhir. Selain Pasaman, ada di Pasaman Barat, Solok Selatan, Sijunjung, dan beberapa tempat lainnya,” ujar Andre di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
Dia mengatakan aktivitas ilegal ini sudah menjadi rahasia umum, karena dilakukan secara terbuka di aliran sungai dengan menggunakan alat berat dalam jumlah besar.
Dalam koordinasi tersebut, Andre meminta agar Mabes Polri tidak hanya fokus pada kasus pidana penganiayaannya, tetapi juga membongkar jaringan tambang ilegalnya secara menyeluruh. Dia juga memberikan teguran keras kepada jajaran Polres di daerah agar tidak membiarkan praktik tersebut terus berlangsung.
“Kita minta Kapolres Pasaman dan jajaran, jangan pakai kacamata kuda. Ini sudah rahasia umum. Saya minta penegakan hukum yang terukur dan jelas, para pelaku segera ditangkap,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Nenek Saudah menjadi korban penganiayaan hingga pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit karena gigih menentang lahan miliknya digunakan untuk tambang emas ilegal.
Iswadi Lubis (45), anak korban, menceritakan ibunya sempat dilempari batu dan dipukul saat hendak menuju lokasinya di Nagari Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Pasaman. Meski kerap dibujuk dan diintimidasi agar memberikan akses lahan bagi penambang ilegal, Nenek Saudah selalu menolak hingga berujung pada kekerasan fisik tersebut.
Reporter: Kompas/Sir





Discussion about this post