• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Anak-anak Dusun Lubuk Sihim Butuh Bagunan Sekolah

OLEH: ASKOLANI NASUTION (Penulis dan Budayawan)

by Redaksi
Selasa, 11 Oktober 2022
0 0
0
Anak-anak Dusun Lubuk Sihim Butuh Bagunan Sekolah

FOTO: ISTIMEWA.

ADVERTISEMENT
ASKOLANI (Penulis dan Budayawan)

HARI ini saya berkunjung ke Dusun Lubuk Sihim, Desa Muara Batang Angkola. Saya kesana sebagai pendamping tim konservasi hutan Taman Nasional Batang Gadis. Cerita pertama yang saya dengar, kemarin ada anak SD yang dicakar monyet liar sampai luka parah. Saya pikir itu bukan ancaman satu-satunya di pemukiman yang berada di tengah hutan Mandailing Natal ini.

Pertama kita harus menyeberangi sungai Batang Gadis dengan “getek”, rakit tradisional. Sungai besar itu dengan lincah diawaki seorang ibu rumah tangga. Ia lincah menarik tali untuk mengendalikan rakit itu sampai ke seberang.

Begitu turun, kita akan disambut jalan setapak di antara hutan, becek dan berlumpur. Masuk jauh ke hutan, bertemu gugusan rumah sederhana. Tak cukup 30 rumah, berjejer rumah sederhana di lereng bukit. Itulah Dusun Lubuk Sihim.

Kami disambut warga berkebudayaan Nias. Mereka menghuni dusun ini kabarnya sejak tahun 80-an. Anak-anak berlarian polos tanpa sandal. Saya minta mereka tunjukkan buku pelajaran mereka. Juga membaca.

Mereka anak-anak yang setiap hari berjalan kaki ke sekolah. Karena sekolah satu-satunya hanya ada di desa induk, Muara Batang Angkola, setiap hari sekolah anak-anak ini harus berjalan kaki 2-5 km. Menuruni bukit terjal, berlumpur. Sampai di tepi muara, mereka harus naik rakit ke seberang.

Berangkat subuh 50-60 orang. Melintasi hutan dan sungai. Menenteng sepatu dan tas, nanti dipasang setelah sampai induk desa. Berjam-jam berjalan. Sesekali bertemu gerombolan monyet liar, babi hutan, atau binatang buas lain.

Lima kilometer di remang subuh agar tak terlambat sekolah. Di sekolah mereka akan bernyanyi Indonesia raya. Ketika di kota mobil berseliweran mengangkut anak sekolah berpakaian bagus dan wangi, di sini mereka berkubang lumpur untuk bisa sekolah.

Lima kilometer untuk anak kelas satu SD, turun naik bukit. Bertegur dengan satwa liar. Itu waktu subuh saat kita sedang menyantap segelas kopi ekspreso dan goreng pisang di kedai bermusik romans. Asap mengepul dari rokok kita yang disemburkan ke langit, sambil bercerita siapa presiden kita 2024. Atau tentang Lesti, Piala Dunia, atau prank dari Baim. Bangsat betul kita!

“Kami ingin sebuah sekolah,” kata seorang kakek renta sambil menjemur kemiri.

“Coba kalau saja jalan tidak berlumpur,” kata seorang pemuda putus sekolahan. Ia sedang menjemur kakao di halaman pondoknya yang sederhana.

Dusun di lereng bukit ini menjadi sunyi. Hanya angin yang meriuhkan batang cemara di sisi jalan. Tapi hati anak-anak yang berlarian riuh mengantar kami pulang. Mungkin mereka mengira, besok mereka sudah punya jalan yang bagus dan sekolah di tepi kampung itu. Di Indonesia, kekayaan terbesar kita adalah impian. (*)

Tags: Anak-anakDusun Lubuk Sihimsekolah
ShareTweet
Next Post
Ditemui Sukhairi, Bupati Deli Serdang Bersedia Jadi Pengurus DPW PKB Sumut

Ditemui Sukhairi, Bupati Deli Serdang Bersedia Jadi Pengurus DPW PKB Sumut

Discussion about this post

Recommended

Belum Diangkut Petugas, Sampah Menumpuk di Jalan Lintas Timur Panyabungan

Belum Diangkut Petugas, Sampah Menumpuk di Jalan Lintas Timur Panyabungan

4 tahun ago
Ivan Iskandar Dinobatkan Gelar Datuk Sri Paduka Mahkota Raja, Gubsu: Selamat

Ivan Iskandar Dinobatkan Gelar Datuk Sri Paduka Mahkota Raja, Gubsu: Selamat

3 tahun ago

Popular News

  • Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025