Rasa haru Fania Jegesia Batubara usai dikukuhkan sebagai Komandan Danton Penurunan Bendera Paskibraka Madina 2026. Simak cerita kebanggaannya di sini!
Panyabungan, StartNews – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bukan sekadar kebanggaan bagi Fania Jegesia Batubara.
Di balik seragam yang dia kenakan, ada rasa haru, doa, dan dukungan dari kedua orang tuanya.
Siswi SMA Negeri 2 Panyabungan ini merupakan anak keempat dari lima bersaudara, pasangan Zul Pahri Batubara dan Imelda Mawar.
Tahun ini, Fania dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Madina, bahkan mengemban tugas sebagai Danton penurunan bendera.
Usai dikukuhkan, Fania mengaku terharu dan tidak menyangka bisa berada di posisi tersebut. Baginya, kepercayaan yang diberikan menjadi tanggung jawab besar, terlebih saat menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
“Perasaannya pasti terharu, merasa nggak nyangka ada di posisi ini. Untuk pengibaran nanti saya berharap semoga berjalan lancar dan tidak ada kendala,” kata Fania.
Bagi Fania, tugas tersebut bukan hanya tentang mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk pengabdian dan kebanggaan untuk keluarga serta Madina.
Kebahagiaan serupa dirasakan sang ayah, Zul Pahri Batubara. Melihat putrinya dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga.
Sebagai orangtua, Zul Pahri berpesan agar Fania dan seluruh anggota Paskibraka menjaga kesehatan, kekompakan, serta saling memberikan rasa nyaman selama menjalankan tugas.
Menurut dia, Paskibraka merupakan satu kesatuan. Keberhasilan tugas bukan hanya ditentukan oleh satu orang, melainkan kerja sama seluruh pasukan.
Zul Fahri berharap putrinya mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada seluruh anggota pasukan, sehingga tugasnya nanti dapat berjalan lancar.
Reporter: Shabri





Discussion about this post