Pekerja kafe asal Tapanuli Tengah ditemukan tewas tergantung di kamarnya. Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Padangsidimpuan, StartNews – Seorang pekerja kafe, Sarianti Manalu (32), ditemukan tewas tergantung di dalam kamar tempat kerjanya di Jalan Bukit Simarsayang, Kelurahan Losungbatu, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Minggu (9/8/2026). Korban yang baru bekerja empat hari tersebut kali pertama ditemukan rekan kerjanya dalam posisi tergantung setelah pintu kamar didobrak.
Rekan kerja korban, Okta Mariana (25), curiga karena korban tak kunjung keluar kamar hingga siang hari. “Sekitar jam 12 siang saya panggil dia untuk bangun, tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar. Karena curiga, saya minta tolong ke Roni untuk bantu membangunkan,” kata Okta.
Roni Ariandi (22), rekan kerja korban lainnya, berinisiatif mendobrak pintu yang dalam kondisi terkunci dari dalam sekitar pukul 13.00 WIB. “Saat pintu terbuka, kami melihat dia sudah dalam posisi tergantung. Kami langsung panik dan bergegas menurunkan tubuhnya ke ruang tamu,” ujar Roni.
BACA JUGA: – Penemuan Mayat Wanita di Kafe Simarsayang Gegerkan Warga Padangsidimpuan
Pemilik kafe, Nur Aidah (43), mengatakan korban tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki masalah besar dan sempat ikut merayakan pesta ulang tahun pada malam sebelum kejadian. Namun, korban sempat meminta izin untuk menyendiri di kamar belakang sekitar pukul 05.30 WIB.
“Lalu sekitar jam enam pagi, saya sempat mendengar suara orang menangis dari dalam kamarnya, tapi saya tidak sempat menanyakan ada masalah apa,” ungkap Nur Aidah.
Mendapat laporan itu, tim Polres Padangsidimpuan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Hasiholan Naibaho mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.
“Di TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa kain sprei bermotif, telepon genggam, dan sepasang sandal milik korban,” ujar AKP Hasiholan Naibaho.
Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian. Dokter pemeriksa RSUD Padangsidimpuan, dr. Rezky Pratiwi Daulay, membeberkan hasil pemeriksaan medis luar.
“Setelah dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban, hasil visum et repertum menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat,” jelas dr. Rezky.
Saat ini pihak keluarga menolak dilakukan autopsi menyeluruh dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan atas kematian korban kepada Kapolres Padangsidimpuan.
Jenazah Sarianti telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di daerah Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk dimakamkan.
Reporter: Lily Lubis




Discussion about this post