Pemprov Sumut mengalokasikan anggaran Rp 2,2 miliar dari APBD untuk membangun tiga rumah produksi kopi yang diserahkan langsung kepada kelompok tani di Taput dan Humbahas.
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengucurkan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk membangun tiga unit rumah produksi kopi yang dipusatkan di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan pada tahun ini.
Dirilis detik.com, pembangunan rumah produksi kopi itu bertujuan menguatkan rantai pasok dan nilai tambah komoditas kopi dari tingkat petani di kawasan dataran tinggi Sumatera Utara.
Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Sumut tersebut saat ini memasuki tahap pengadaan barang dan jasa melalui skema tender.
Berdasarkan dokumen yang diterbitkan melalui laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sumatera Utara pada Rabu (29/7/2026), dua unit rumah produksi akan didirikan di Tapanuli Utara dan satu unit di Humbang Hasundutan. Fasilitas ini dibangun untuk mendorong efisiensi pengelolaan pascapanen secara mandiri oleh masyarakat setempat.
“Pembangunan Rumah Produksi Kopi Kab. Tapanuli Utara (Bidang Perkebunan),” tulis panitia pengadaan dalam keterangan pada laman LPSE Pemprov Sumut.
Setiap unit rumah produksi kopi dialokasikan pagu anggaran sebesar Rp751,7 juta dengan Nilai Hasil Perhitungan Sendiri (HPS) mencapai Rp751,6 juta. Skema pengerjaan proyek dibagi ke dalam tiga paket tender terpisah demi mempercepat realisasi fisik di lapangan.
Pemerintah menetapkan tiga kelompok tani sebagai penerima manfaat fasilitas tersebut. Di Kabupaten Humbang Hasundutan, pembangunan dialokasikan untuk Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Hutasoit II.
Sementara di Kabupaten Tapanuli Utara, lokasi pembangunan diperuntukkan bagi Kelompok Tani Agro Tani di Desa Dolok Saribu serta Kelompok Tani Sahata Jaya Mandiri di Desa Sigotom Julu.
“Nilai Pagu Paket Rp 751.740.000, Nilai HPS Paket Rp 751.600.288,88,” lanjut keterangan tertulis dalam dokumen tender pengadaan tersebut.
Melalui penyerahan pengelolaan langsung ke tingkat kelompok tani di lokasi-lokasi tersebut, fasilitas rumah produksi ini diharapkan mampu meningkatkan standar mutu olahan biji kopi local, sehingga daya tawar petani di pasar regional maupun ekspor semakin menguat.
Reporter: Dtk/Sir





Discussion about this post