Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memprioritaskan mitigasi bencana dengan mempercepat 21 proyek infrastruktur pascabencana di delapan kabupaten/kota.
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Pemprov Sumut) mempercepat pembangunan infrastruktur tahun 2026 dengan menempatkan pemulihan wilayah rawan sebagai prioritas utama melalui pengerjaan 21 proyek fisik penanganan pascabencana secara simultan di delapan kabupaten dan kota.
Langkah tersebut melengkapi total 41 kegiatan infrastruktur yang sudah menunjukkan progres fisik signifikan per tanggal 10 Juli 2026, yang didominasi oleh Program Hasil Terbaik Cepat dan Proyek Strategis Daerah.
Pembangunan kedaruratan tersebut difokuskan pada perbaikan oprit jembatan, pembangunan dinding penahan tanah atau talud, serta penggantian jembatan yang rusak di wilayah rawan seperti Kabupaten Langkat, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, hingga Mandailing Natal (Madina).
Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumatera Utara Chandra Dalimunthe mengatakan percepatan intervensi infrastruktur di wilayah terdampak bencana ini menjadi penting agar tidak mengganggu roda ekonomi daerah secara berlarut-larut.
Pemprov Sumut berkomitmen mengawal setiap tahapan agar seluruh proyek kedaruratan ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Kami terus berupaya memastikan alur pelaksanaan pembangunan, dari mulai proses tender hingga kontrak berjalan efektif dan terukur, termasuk untuk pembangunan penanganan pasca bencana,” ujar Chandra Dalimunthe di Medan, Selasa (14/7/2026).
Selain fokus pada mitigasi bencana, dinas terkait juga mematangkan 14 kegiatan fisik yang sudah memasuki tahap kontrak dan 13 kegiatan yang berada dalam proses tender. Evaluasi terus dilakukan guna memastikan penyerapan anggaran, termasuk alokasi dana transfer ke daerah serta dana bagi hasil sawit, berjalan sesuai dengan asas transparansi dan akuntabilitas publik.
Reporter: Sir





Discussion about this post