Pelarian MAL, pria yang nekat mencatut nama BIN hingga Polri untuk memeras grosir sembako di Madina, akhirnya kandas di tangan aparat saat bersembunyi di Medan.
Medan, StartNews – MAL, pria yang diduga memeras sejumlah pemilik grosir sembako di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan modus mencatut nama berbagai institusi negara, diringkus polisi di Kota Medan, Sabtu (27/6/2026). Penangkapan pria berbadan tegap ini mengakhiri pelariannya setelah sempat membuat resah para pelaku usaha di Madina.
Uniknya, dalam melancarkan aksi intimidasi, MAL tidak hanya mengaku sebagai satu profesi, melainkan mengklaim dirinya sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Bea Cukai, hingga Kepolisian.
Penyelidikan intensif yang dilakukan polisi berhasil melacak keberadaan MAL yang saat itu bersembunyi seorang diri di salah satu sudut Kota Medan. Penangkapan ini demi memulihkan rasa aman masyarakat sekaligus membersihkan nama baik institusi negara yang namanya kerap disalahgunakan oleh pelaku.
“MAL diamankan di Kota Medan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar seorang sumber tepercaya yang mengetahui jalannya penangkapan tersebut pada Minggu (28/6/2026).
Modus operandi yang dilakukan MAL terbilang rapi dan terencana. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dia mendatangi toko-toko grosir sembako dengan dalih melakukan razia peredaran rokok ilegal. Setelah menakut-nakuti korbannya, dia kemudian meminta sejumlah “uang damai” yang nilainya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Dalam menjalankan skenario tersebut, MAL dibantu oleh seorang rekan lokal yang bertugas memancing korban dengan berpura-pura membeli rokok ilegal di grosir sasaran.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih melakukan pengembangan untuk memburu rekan pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual lain yang bermain di balik layar.
Reporter: Sir





Discussion about this post