Gubernur Sumut Bobby Nasution pasang badan mengawal program MBG. Dia berjanji meneruskan petisi evaluasi tanpa setop dari masyarakat ke Presiden Prabowo Subianto.
Medan, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan proses evaluasi program nasional tidak boleh mengorbankan hak pemenuhan gizi anak-anak di tengah tuntutan perbaikan mekanisme di lapangan.
Bobby menyampaikan hal itu saat menemui massa dari Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (LMP MBG) yang menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (19/6/2026).
Bobby menyatakan kesiapannya meneruskan surat petisi masyarakat Sumut yang ditujukan kepada Prabowo Subianto.
Bobby juga mengambil angle progresif dengan mengajak seluruh elemen daerah, mulai dari masyarakat penerima manfaat, Polda Sumut, hingga Kodam, untuk terlibat mengawal perbaikan program agar semakin tepat sasaran tanpa harus menghentikannya.
Langkah ini sebagai respons atas kekhawatiran warga terkait keberlanjutan program pasca-munculnya berbagai kendala teknis pelaksanaan.
Demi menjaga kondusivitas dan objektivitas pembahasan menjelang waktu salat Asar, Bobby mengundang 10 orang perwakilan massa untuk berdiskusi di dalam gedung Kantor Gubernur.
“Kita sepakat semua, baik yang hadir di sini maupun tidak, kalau perlu ada perbaikan dan penyempurnaan, iya betul. Tapi jangan mengorbankan keperluan dan kebutuhan anak-anak yang sudah dirasakan manfaatnya selama ini,” ujar Bobby.
Sikap Bobby itu sejalan dengan kegelisahan LMP MBG. Sekretaris LMP MBG Said Siregar bersama koordinator aksi lainnya membacakan lima poin petisi yang mendesak pemerintah pusat agar tidak gegabah menutup program MBG, melainkan fokus pada pembenahan manajerial pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Masyarakat menilai ego sektoral atau kesalahan oknum pelaksana tidak boleh merenggut hak konstitusional anak-anak terhadap pangan yang sehat.
“Kami meminta agar makan bergizi ini dapat dilanjutkan, bukan ditutup. Kalau salah BGN-nya, orangnya yang diganti, bukan MBG-nya yang ditutup. Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami,” tegas Said Siregar.
Melalui petisi itu, masyarakat Sumut mendorong formula kolaborasi baru yang melibatkan akademisi, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, dan organisasi kemasyarakatan dalam sistem pengawasan.
Menanggapi poin-poin itu, Bobby memastikan suara dari Sumut akan sampai ke meja kerja Presiden di Jakarta sebagai bahan pertimbangan kebijakan nasional yang berbasis realitas daerah.
“Surat ini ditujukan langsung kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Kita semua di Sumatera Utara, baik masyarakat penerima manfaat maupun pemerintah daerah, mendoakan hal yang sama agar program pemenuhan gizi anak-anak kita berjalan makin baik kedepannya,” kata Bobby.
Reporter: Sir





Discussion about this post