Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyerukan gerakan jihad domestik dari dalam rumah untuk melawan narkoba dan maksiat pada momen pawai obor 1 Muharram 1448 H.
Panyabungan, StartNews –Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengimbau para orangtua agar berani melaporkan anak mereka yang terindikasi menjadi korban penyalahgunaan narkoba agar bisa segera mendapatkan rehabilitasi medis.
Saipullah sengaja menekankan langkah radikal yang berfokus pada benteng pertahanan keluarga itu saat melepas lebih dari seribu warga pada pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Panyabungan.
Alih-alih sekadar menggelar seremonial keagamaan, momentum pergantian tahun Hijriah kali ini dijadikan titik balik pembersihan daerah dari jerat narkotika, perjudian, hingga praktik prostitusi.
Saipullah menilai penegakan hukum dari aparat saja tidak akan pernah cukup tanpa adanya kejujuran dan keberanian pihak keluarga untuk menyelamatkan anak-anak mereka.
Dia menegaskan pola penanganan terhadap barang haram tersebut harus diubah total mengingat dampaknya yang sudah merusak tatanan sosial masyarakat.
“Kita harus bersatu untuk melawan narkoba dimulai dari rumah. Narkoba bukan musuh biasa, melainkan musuh luar biasa, sehingga penanganannya harus luar biasa,” kata Saipullah di hadapan massa yang memadati rute pawai dari Masjid Hj. Zulyani Lubis menuju Alun-alun Kota Panyabungan, Senin (15/6/2026) malam.
Pawai obor yang mengusung tema “Tahun Baru, Semangat Baru: Madina Bebas Narkoba, Prostitusi, dan Judi” ini diinisiasi Forum Ukhwah Islamiah (FUI).
Gerakan moral ini mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Bahkan, Pemkab Madina menyurati seluruh camat untuk menyelenggarakan gerakan serupa demi mempersempit ruang gerak pelaku maksiat.
Selain meminta keaktifan orangtua di rumah, Saipullah juga mengajak masyarakat kembali memakmurkan masjid sebagai pusat resolusi konflik sosial. Masjid diharapkan tidak lagi hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan ruang diskusi aktif bagi warga pada jeda waktu antara magrib dan isya untuk memantau moralitas remaja di lingkungan sekitar.
Gayung bersambut, FUI memanfaatkan momentum hijrah ini dengan membacakan lima poin pernyataan sikap yang mengutuk keras menjamurnya tempat hiburan malam berkedok karaoke keluarga, terutama di kawasan Jalan Lintas Timur Panyabungan.
Mereka mendesak kepolisian menangkap para bandar serta menindak tegas oknum-oknum yang selama ini menjadi pelindung di balik bisnis narkoba.
Pemerintah daerah berkomitmen menyelaraskan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengesekusi tuntutan warga terkait penutupan kafe remang-remang yang masih membandel.
Penyelamatan generasi muda menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar demi menjaga masa depan Kabupaten Madina. “Kami tidak mau anak-anak terjerumus pada narkoba, prostitusi, dan judi yang nantinya dapat merusak Madina ini. Untuk itu, mari sama-sama kita jaga,” kata Saipullah.
Reporter: Sir





Discussion about this post