Bupati Madina Saipullah Nasution menantang 200 lulusan Ponpes Darul Ikhlash Angkatan XXXIV untuk menjadi ‘petarung’ yang siap menghadapi perubahan teknologi dan budaya di tengah masyarakat.
Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution meminta 200 santri Angkatan XXXIV Pondok Pesantren Darul Ikhlash tidak terlena dengan ijazah yang baru diterima, melainkan segera bersiap menjadi ‘petarung’ yang mampu menghadapi tantangan cepat perubahan zaman, mulai dari pergeseran budaya hingga perkembangan teknologi.
Saipullah menyampaikan hal itu saat menghadiri acara Penamatan dan Penyerahan Ijazah Santri Kelas VI Pondok Pesantren Darul Ikhlash di Kelurahan Dalanlidang, Kecamatan Panyabungan, Minggu (31/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Saipullah yang hadir didampingi Ketua TP PKK Ny. Yupri Astuti beserta sejumlah pejabat eselon II mengatakan momentum kelulusan ini bukanlah akhir sebuah pencapaian perjuangan, melainkan titik awal pengabdian yang sesungguhnya di hadapan umat.
“Hari ini Ananda menerima ijazah sebagai tanda telah menyelesaikan pendidikan. Tapi, dari sisi pemerintah, ini baru awal perjuangan. Tantangan zaman bergerak cepat, mulai dari budaya, teknologi, hingga geopolitik. Karena itu, jadilah petarung yang siap diandalkan orang tua, pimpinan pesantren, guru, dan bangsa ini,” ujar Saipullah Nasution di hadapan ratusan santri, wali santri, dan dewan guru.
Saipullah juga meminta para alumni yang belum berkesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi agar tidak membiarkan ilmu agama mereka mengendap siasia. Dia mendorong mereka untuk mengambil peran aktif di lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan menginisiasi kegiatan keagamaan skala kecil.
“Jangan biarkan ilmu yang sudah didapat pudar. Segera turun ke tengah umat, buka pengajian, ajarkan yang baik. Itu bentuk pengabdian paling nyata,” tegas Saipullah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina juga mengapresiasi dedikasi Ponpes Darul Ikhlash yang sejauh ini telah mencetak sekitar 1.600 alumni. Meski mengakui adanya keterbatasan anggaran daerah, Saipullah memastikan pihaknya tetap berkomitmen mendampingi perkembangan dunia pesantren di Madina, karena optimisme terhadap militansi para pimpinan pondok.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap ancaman sosial di luar lingkungan pesantren juga menjadi sorotan dalam prosesi kelulusan tersebut.
Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Madina Syamsul Arifin mengingatkan para santri agar membentengi diri dari pengaruh buruk pergaulan bebas yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.
“Jauhi narkoba, jadikanlah narkoba musuh bersama,” kata Syamsul Arifin mengingatkan para lulusan agar menjaga reputasi almamater saat berbaur dengan masyarakat luas.
Menanggapi harapan besar pemerintah daerah dan instansi vertikal, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ikhlash berterima kasih atas kehadiran dan perhatian jajaran Pemkab Madina.
Pihak pesantren berharap lulusan Angkatan XXXIV ini mampu bertransformasi menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan bagi Kabupaten Madina dan Indonesia secara umum.
Reporter: Sir




Discussion about this post