Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution memastikan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana melalui bantuan dana APBN dari Kementerian Pertanian untuk optimasi dan rehabilitasi lahan seluas total 1.058 hektare.
Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) segera memulai pemulihan masif terhadap sektor pertanian yang terdampak bencana melalui dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari Kementerian Pertanian.
Kepastian ini diperoleh setelah Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution berkoordinasi intensif dengan perwakilan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan di Panyabungan pada Jumat (1/5/2026).
Fokus utama kucuran dana pusat ini diarahkan pada dua skema besar, yakni program optimasi lahan dan rehabilitasi infrastruktur sawah yang rusak akibat terjangan bencana alam. Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan produktivitas pangan di Madina, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi bagi mayoritas masyarakat setempat.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran program rehabilitasi mencakup Desa Tangga Bosi II di Kecamatan Siabu, Desa Sayurmaincat di Kecamatan Hutabragot, serta Desa Sayurmatua di Kecamatan Nagajuang.
Sementara program optimasi lahan akan dipusatkan di beberapa titik di Kecamatan Siabu, meliputi wilayah Sihepeng, Desa Hutapuli, Desa Hutaraja, Desa Bonan Dolok, Desa Tangga Bosi II, Desa Tangga Bosi III, hingga Kelurahan Siabu.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga menjelaskan, rincian bantuan tersebut terbagi berdasarkan tingkat kerusakan lahan yang telah diverifikasi oleh tim teknis di lapangan. Program ini diharapkan dapat menyentuh langsung para petani yang sempat kehilangan mata pencaharian akibat kerusakan lahan yang signifikan.
“Anggaran kegiatan pascabencana Kementerian Pertanian bersumber dari APBN untuk Madina ada dua, yakni optimasi lahan rusak ringan seluas 961 hektare dan rehabilitasi lahan sawah untuk rusak sedang seluas 97 hektare,” ujar Taufik Zulhandra Ritonga.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Kominfo Madina Syail Lubis, serta dua perwakilan Kementan, yakni Arnen Sri Gemala dan Sulistiani.
Sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi lahan pertanian, sehingga indeks pertanaman di Madina tidak mengalami penurunan drastis pada musim tanam mendatang.
Reporter: Sir





Discussion about this post