Dua penambang emas dikabarkan tewas tertimbun di tambang ilegal Tor Sihayo, Kecamatan Siabu, Madina. Kepala Desa Muara Batang Angkola mengklarifikasi terkait isu keterlibatannya dalam evakuasi korban.
Siabu, StartNews – Dua orang pria penambang emas tewas setelah diduga tertimbun di dalam lubang galian tambang ilegal di kawasan Tor Sihayo, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), belum lama ini. Nyawa kedua korban yang sempat dilarikan ke RSUD Panyabungan tidak tertolong dan kini kasusnya sedang diselidiki kepolisian.
Azkyalnewsnetwork.com memberitakan, insiden maut di wilayah perbatasan itu memicu berbagai isu liar di tengah masyarakat, terutama mengenai proses mobilisasi jenazah dari lokasi tambang yang sulit dijangkau.
Kepala Desa Muara Batang Angkola Satrya Wira mengklarifikasi sekaligus membantah kabar yang menyebutkan dirinya terlibat dalam proses penyeberangan jenazah kedua korban dari lokasi kejadian menuju rumah duka.
Satrya Wira mengaku telah menerima laporan mengenai tragedi tersebut sejak empat hari yang lalu. Berdasarkan data sementara yang dia kumpulkan, kedua korban bukan warga setempat, melainkan warga asal Kota Sibolga dan warga suku Nias yang berdomisili di Tapanuli Selatan.
“Saya dengar ada dua korbannya, informasinya orang Nias yang berdomisili di Tapsel dan Sibolga,” kata Wira, seperti dilansir Azkyalnewsnetwork.com pada Jumat (1/5/2026).
Meskipun Desa Muara Batang Angkola sering menjadi akses utama bagi para penambang untuk menuju lingkar tambang Tor Sihayo dengan menggunakan perahu Robin menyusuri sungai, Wira mengatakan pihaknya masih berupaya memastikan akurasi data di lapangan.
Dia juga menyatakan pemilik lubang tambang tempat kejadian perkara tersebut diduga merupakan seorang pria berinisial AS yang berasal dari Batugodang.
Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Sementara Satreskrim Polres Madina masih melakukan penyelidikan. Polisi fokus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi untuk memastikan kronologi serta menentukan langkah hukum selanjutnya terkait aktivitas tambang ilegal yang kembali memakan korban jiwa tersebut.
Reporter: Sir





Discussion about this post