Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto sebagai tersangka korupsi tata kelola tambang nikel. Hery diduga menerima suap terkait pengaturan PNBP PT TSHI.
Jakarta, StartNews – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031, Hery Susanto, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tata kelola usaha pertambangan nikel tahun 2013-2025.
Status hukum itu diberikan setelah penyidik menemukan keterlibatan Hery yang diduga terjadi saat dia masih menjabat sebagai Komisioner Ombudsman RI pada periode 2021-2026.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief mengungkapkan, keputusan ini diambil setelah melalui proses pendalaman yang panjang. Tim penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti yang memperkuat dugaan adanya praktik lancung dalam sektor pertambangan tersebut.
“Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik memperoleh bukti yang cukup melalui serangkaian tindakan penyidikan, penggeledahan, dan lain-lain,” ujar Syarief saat memberikan keterangan pers di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dalam penjelasannya, Syarief mengatakan Hery diduga menerima sejumlah uang dari PT TSHI. Aliran dana tersebut disinyalir bertujuan memuluskan pengaturan tertentu guna membantu perusahaan tersebut dari permasalahan yang berkaitan dengan perhitungan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang seharusnya masuk ke kas negara.
Menindaklanjuti penetapan tersangka ini, Kejaksaan Agung melakukan penahanan terhadap Hery Susanto. Dia akan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari kedepan untuk kepentingan penyidikan dan mencegah adanya upaya penghilangan barang bukti.
Pantauan di lokasi menunjukkan Hery keluar dari Gedung Jampidsus Kejagung pada pukul 11.19 WIB dengan dikawal ketat oleh petugas. Dia tampak mengenakan kaos berwarna biru muda dan celana abu-abu saat digiring menuju kendaraan operasional.
Tidak ada pernyataan yang keluar dari mulut Hery. Dia hanya terdiam dan langsung masuk ke dalam mobil tahanan yang telah menunggu.
Reporter: Sir





Discussion about this post