PVMBG melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Sorik Marapi di Mandailing Natal pada 11 April 2026, ditandai dengan enam kali gempa vulkanik dalam dan asap kawah setinggi 30 meter.
Panyabungan, StartNews – Gunung Sorik Marapi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, tercatat mengalami enam kali aktivitas gempa vulkanik dalam sepanjang periode pengamatan pada Sabtu, 11 April 2026.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gempa vulkanik tersebut memiliki amplitudo antara 2 hingga 31 mm dengan durasi gempa yang berkisar antara 3 sampai 9 detik.
Secara visual, gunung dengan ketinggian 2145 meter di atas permukaan laut ini terlihat jelas hingga tertutup kabut level 0-I dengan kondisi cuaca berawan di sekitar puncak. Petugas pengamat melaporkan adanya asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis yang membubung setinggi 30 meter di atas puncak.
Selain gempa vulkanik, terekam pula tiga kali gempa tektonik lokal dan tujuh kali gempa tektonik jauh selama kurun waktu 24 jam tersebut.
Kondisi klimatologi di area gunung menunjukkan angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara. Sementara suhu udara terpantau berada pada kisaran 20 hingga 26 derajat Celsius.
Meskipun aktivitas terpantau fluktuatif, pihak berwewenang terus memantau pergerakan magma dan tekanan dari dalam kawah untuk mengantisipasi potensi peningkatan status pada masa mendatang.
Menanggapi perkembangan tersebut, PVMBG mengeluarkan instruksi bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar area pegunungan. Petugas menekankan pentingnya menjaga jarak aman dari titik pusat aktivitas vulkanik guna menghindari risiko semburan material maupun gas berbahaya.
“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki wilayah radius 1.500 meter dari pusat kawah utama atau puncak Gunung Sorik Marapi demi keselamatan bersama,” tegas laporan resmi tim pengamat Pos Pengamatan Gunung Sorik Marapi pada Minggu (12/4/2026) pagi.
Selain radius puncak, warga juga dilarang keras memasuki kawasan Kawah Sibangor Tonga dan Kawah Sibangor Julu untuk menghindari potensi ancaman semburan lumpur serta gas beracun yang dapat muncul secara tiba-tiba.
Pemerintah daerah juga diimbau terus berkoordinasi dengan PVMBG serta memastikan masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu bohong atau hoaks yang dapat memicu kepanikan di lingkungan sekitar lereng gunung.
Reporter: Sir




Discussion about this post