Aktivitas vulkanik Gunung Slamet meningkat signifikan dengan kenaikan suhu kawah mencapai 411,2 °C. PVMBG mengimbau warga tetap waspada pada Level II.
Banyumas, StartNews – Aktivitas vulkanik Gunung Slamet yang berada di perbatasan lima kabupaten di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan ditandai dengan munculnya kolom asap setinggi 300 meter dan kenaikan suhu kawah yang cukup tajam.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan suhu maksimum kawah meningkat drastis dari 247,4 °C pada September 2024 menjadi 411,2 °C berdasarkan pantauan citra termal per 2 April 2026.
Perubahan visual berupa kolom asap putih ini mulai teramati secara intensif sejak 3 April 2026 yang mengindikasikan adanya proses degassing atau pelepasan gas magmatik ke permukaan. Selain kenaikan suhu, anomali panas yang sebelumnya hanya terlokalisir di pusat kawah kini meluas dan membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah, yang menandakan berkembangnya sistem rekahan di bawah permukaan.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan serangkaian data kegempaan dan deformasi menunjukkan adanya migrasi magma ke kedalaman yang lebih dangkal. Hal ini memicu munculnya gempa-gempa frekuensi rendah yang terekam secara terus-menerus sejak akhir Maret 2026. Tekanan yang meningkat di bawah tubuh gunung setinggi 3.432 mdpl ini memperbesar peluang terjadinya erupsi dalam waktu dekat.
“Hasil pengamatan dan analisis data-data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunungapi Slamet, yang memicu munculnya gempa-gempa dangkal, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi,” katanya dalam laporan evaluasi aktivitas gunung api tersebut.
Potensi bahaya yang mengancam saat ini meliputi erupsi freatik yang dapat menghasilkan hujan abu dan lumpur, serta erupsi magmatik yang berpotensi melontarkan material pijar di sekitar puncak. Masyarakat juga diperingatkan akan adanya ancaman hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di area kawah.
Hingga saat ini, status Gunung Slamet masih ditetapkan pada Level II (Waspada). Pihak berwenang merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. PVMBG akan terus melakukan pengamatan intensif dan meninjau kembali tingkat aktivitas jika terjadi perubahan visual maupun kegempaan yang lebih signifikan.
Reporter: Sir





Discussion about this post