Mengantisipasi risiko kebakaran di musim kemarau, Bupati Madina H. Saipullah Nasution menginstruksikan camat dan kepala desa untuk melarang penggunaan petasan menjelang Idulfitri 1447 H.
Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa agar melarang anak-anak bermain petasan selama masa Ramadan dan Idulfitri. Tujuannya, mencegah bencana kebakaran mengingat kondisi cuaca di kabupaten ini memasuki musim kemarau.
Saipullah menyampaikan instruksi itu saat menghadiri kegiatan penyaluran santunan kepada anak yatim dan piatu se-Kecamatan Panyabungan Barat di Desa Sabajior, Jumat (13/3/2026).
Untuk memperkuat kebijakan ini di lapangan, pemerintah daerah segera menerbitkan surat edaran yang akan menjadi pedoman bagi perangkat desa dalam melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing.
“Masing-masing camat dan aparat desa melarang anak-anak bermain petasan. Ini musim kemarau, agar tidak terjadi kebakaran, ini antisipasi dini,” tegas Saipullah Nasution di hadapan masyarakat dan tokoh agama setempat.
Selain fokus pada pencegahan kebakaran, Saipullah beserta jajaran kepala daerah lainnya akan tetap berada di wilayah tugas selama momentum Lebaran. Hal ini merujuk pada instruksi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang melarang kepala daerah bepergian mulai tujuh hari sebelum hingga tujuh hari sesudah 1 Syawal 1447 Hijriah untuk menjamin stabilitas dan kedekatan dengan warga.
“Kepala daerah tidak boleh meninggalkan daerahnya tujuh hari sebelum dan sesudah Lebaran. Ini bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata Saipullah yang dalam kesempatan tersebut juga didaulat menjadi imam salat.
Aksi sigap pemerintah daerah ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Sabajior. Tokoh masyarakat setempat, Muhammad Yusuf, berterima kasih atas kehadiran bupati dan kepeduliannya terhadap keselamatan serta kesejahteraan warga, khususnya anak-anak yatim di wilayah tersebut.
“Anak-anak yatim merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, kami apresiasi pemerintah daerah yang peduli dengan anak yatim,” kata Muhammad Yusuf.
Selain menyantuni 162 anak yatim, bupati juga menyerahkan bantuan sarana ibadah berupa Al-Qur’an, kain sarung, dan mukena kepada pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM).
Reporter: Sir





Discussion about this post